Mantan Pekerja Proyek Migas Diminta Tak Gengsi

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Menjelang berakhirnya proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berupsat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dinilai akan berdampak pada psikologis mantan pekerja proyek. Termasuk cenderung bersikap gengsi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Tenaga kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, berupaya akan memberikan pemahaman terkait fenomena alih profesi di sektor migas.

“Saat ini telah terjadi alih profesi. Ini mainset yang akan kita ubah di masyarakat,” tegas Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witcaksono kepada suarabanyuurip.com.

Menurut Adie, masyarakat seperti memiliki prestise tersendiri ketika dapat bekerja di sektor migas.Tak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, namun mereka akan merasa mempunyai nilai lebih dibanding pekerjaan lain atau berwirausaha.

“Walaupun dipekerjakan flagman saja, mereka akan bilang pekerja migas,” ujarnya.

Padahal, sebagian besar mereka hanya dipekerjakan di bawah naungan sejumlah subkontraktor yang sifat pekerjaannya tidak berlangsung lama. Adi menegaskan, yang perlu dipahami masyarakat adalah sejauh ini pekerjaan yang ada di proyek Banyuurip merupakan pekerjaan konstruksi, bukan skill (keterampilan) yang memang dibutuhkan di bidang migas.

Baca Juga :   Pegawai Diskominfo Tuban Meninggal Tertimpa Motor

“Karena itu harus di ubah pola pikirnya. Masyarakat bisa menambah ketrampilan di bidang lain atau berwirausaha,” tandas Adie.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *