SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Setelah dilakukan pertemuan antara perwakilan warga dari enam desa sekitar sumur migas Tiung Biru (TBR) dengan perwakilan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset-4 di pos penjagaan Security, akirnya pengangkutan minyak mentah dari TBR-A kembali berjalan, Kamis (4/6/2013). Warga membiarkan truk tanki mengangkut minyak mentah setelah PEP Asset 4 menampung aspirasi mereka dan berjanji memberikan jawaban pada Selasa (9/7/2013).
Perwakilan warga dari enam desa itu adalah Desa Purwosari, Gapluk, dan Kuniran, Kecamatan Purwosari, Desa Malingmati, Kalisumber dan Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.Â
Pantauan dilokasi menyebut, dalam pertemuan itu perwakilan enam warga desa itu ditemui langsung oleh Undang, Security PEP untuk menampung usulan tokoh masyarakat terkait dengan permintaan penambahan truk tanki untuk pengangkutan minyak.
Komandan Security PEP di TBR, Udang, dihadapan warga mengatakan, usulan penambahan truk tanki yang diajukan warga tetap diterima untuk kemudian akan disampaikan kepada manajemen PEP untuk dibahas. Karena semua keputusan berada ditangan manajemen.
“Warga meminta penambahan road tank sebanyak dua armada. Tujuannya untuk dikelola warga,” kata Undang.
Prapto, warga Desa Kalisumber, mengungkapkan, permintaan penambahan road tanki ini adalah suatu yang wajar. Karena ada beberapa warga yang belum kebagian sehingga bisa ikut menikmatinya.
“Ya wajarlah warga minta penambahan road tanki. Agar warga yang belum dilibatkan bisa ikut terlibat dalam proyek di TBR tersebut,” ungkap Prapto ditemui seusai pertemuan di pos Security di TBR-A.
Sugianto, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, menambahkan, usulan yang disampaikan warga sudah ditampung dan akan disampaikan kepada Menejemen PEP. Sesuai janjinya yang diberikan, manajemen PEP akan memberikan jawaban pada Selasa (9/7/2013).
“Namun, jika jawabannya tidak memuaskan maka warga akan menutup total untuk road tanki pengangkut minyak yang di bawa ke Cepu,” tegas Sugianto yang biasa dipanggil Kidin tersebut.
Sekedar diketahui, aksi penghadangan road tanki pengangkut minyak mentah dari lokasi TBR-A oleh warga sekitar dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Sedangkan, pertemuan warga dengan perwakilan PEP dilakukan mulai sekira jam 12.30 WIB dan baru berakhir.(sam)