Mbah Semi Masih Dirawat di RS

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Salah satu korban dugaan keracunan gas H2S dari Pad A Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Semi masih belum dipastikan pulang. Namun demikian kondisinya perlahan mulai membaik.

“Tidak tahu kapan pulangnya, nunggu diperiksa lagi sama dokter,” kata nenek berusia 65 tahun itu saat ditemui suarabanyuurip.com di ruang rawat inap B 6 RS Ibnu Sina, Kecamatan Kota, Bojonegoro. Sabtu (25/4/2015).

Warga RT01/RW01 Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu tampak terlihat pasrah. Dia mengaku masih akan diperiksa kondisinya oleh dokter. Raut wajahnya yang terlihat sudah berusia lanjut menyiratkan sikap sabar.

“Saya tadi malam yang termasuk terkena gas yang beracun,” imbuhnya berbahasa jawa halus.

Sadar dengan musibah yang menimpanya, Semi mengaku banyak yang berempati. Terlebih diusianya yang sudah relatif tua.Berdasarkan cerita dari sanak saudaranya, saat ini banyak yang berkunjung ke rumahnya.

“Banyak yang datang kerumah. Mulai warga sampai perangkat desa. Mereka ingin tahu perkembangan kondisi saya,” tuturnya.

Baca Juga :   Pengelolaan Blok ADK Dikerjasamakan dengan Pertamina EP Asset 4

Dari pantauan, Semi masih di dampingi sejumlah keluarganya. Mereka menunggu kepastian agar Semi dapat segera pulang ke rumah.

“Begini kondisinya, masih perlu banyak istirahat,” sahut salah satu kerabatnya.

Sebagaimana diketahui, Jum’at (24/4/2015) malam sekira pukul 19.30 WUIB, bau tak sedap menyerupai telur busuk keluar dari Sumur Pad A Lapangan Sukowati yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ). Praktis, kejadian tersebut sempat membuat panik warga dan terpaksa di evkuasi dari rumahnya. Bahkan, sejumlah warga mengalami pusing, mual hingga muntah-muntah.(roz).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *