SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnskertransos) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dinilai masih belum siap menghadapi sistem globalisasi menyongsong pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
“Sejauh ini masih belum siap,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Wicaksono kepada Suarabanyuurip.com.
Dia menuturkan, pemberlakuan efektif MEA rencananya akan dimulai pada bulan Desember tahun 2015. Menurutnya, belum siapnya masyarakat salah satu faktor adalah belum memiliki ketrampilan yang mumpuni, dan berjiwa entrepreneur.Â
“Ya itu, belum banyak memiliki skill atau ketrampilan, dan ingin berdiri sendiri,” ungkapnya.
Guna mengantisipasi ketidaksiapan masyarakat, Adie mengklaim, pemerintah sudah berusaha membekali masyarakat dengan mengadakan pelatihan ketrampilan, dan kewirausahaan. Kegiatan ini dilakukan dengan 12 ribu paket pekerjaan.Â
“Solusinya ya kita sudah sediakan pelatihan 12 ribu paket pekerjaan,” tuturnya.
Beberapa pelatihan yang telah berjalan, diantaranya, kewirausahaan, Â berjualan sate, hingga jasa potong rambut. (roz)