SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kerjasama Operasi (KSO) Pertamina EP, Geo Cepu Indonesia (GCI), menyatakan, pengajuan ijin untuik mengelola Lapangan Kawengan. Lapangan Kawengan bukanlah sumur tua seperti yang tertera di dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor: 1 tahun 2008.
“Yang kami ajukan ijin sekarang ini untuk pengeboran baru di lapangan aktif yakni Kawengan yang meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban,” kata General Manager GCI, Gunawan, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/4/2015), usai melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro.
Pria yang enggan difoto ini mengungkapkan, saat ini adalah langkah awal untuk mengajukan ijin untuk melakukan pengeboran atau drilling. Target dari GCI di Lapangan Kawengan ini mampu menghasilkan minyak sebesar 2.300 sampai 2.500 Barel perhari dari sumur baru.
“Sekarang yang kami ajukan melalui proposal ada 18 sumur tapi belum tentu dieksekusi semua,” ungkapnya.
Dia menyatakan, perkiraan sumur produksi di Lapangan Kawengan bisa mencapai 60 titik sumur. Estimasinya setiap sumur bisa menghasilkan 120 barel perhari.
“Selain sumur baru, GCI juga melakukan aktivasi sumur milik Pertamina EP yang sudah di KSO kanm meski tidak semua karena ada beberapa yang tidak ekonomis,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, saat ini untuk sumur aktivasi di Kawengan ada 40 sumur yang tengah dikerjakan. Aktifasi tersebut bisa berupa walk over, membuka lapisan berupa drilling, enhunt and discoveri.
“Kami mengerjakan itu semua dengan tehnik standart yang sudah disetujui oleh SKK Migas. Kami juga mengapresiasi Pemkab Bojonegoro yang mendukung supaya perijinan ini bisa terbit secepatnya,” tutup Gunawan. (rien)