Inilah Empat Belas Tuntutan SPKP

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora -  Ratusan pekerja migas yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar aksi damai, Selasa (28/4/2015), untuk memperingati Hari Buruh Sedunia yang jatuh setiap 1 Mei. Mereka melakukan konvoi motor menuju Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk berorasi dan menyampaikan tuntutannya.

Ada 14 tuntutan yang diusung SPKP Cepu. Yakni penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourching, penolakan politik upah murah, penolakan pemberhentian hubungan kerja (PHK), kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh di segala sektor, pelaksanaan dan pemberian hak-hak buruh, jaminan sosial bukan asuransi sosial, penangkapan dan pengadilan bagi pengusaha nakal dan Penolakan privatisasi, yakni pembangunan industri untuk kesejahteraan rakyat.

Tuntutan lalinya, penurunan harga kebutuhan pokok, penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), penyelamatan sektor migas dari kerja sama operasi (KSO) yang tidak konsisten, perbaikan infrastrktur, kesejahteraan buruh secara menyeluruh, kritik terhadap kemerosotan produksi migas dan pengawasan bidang ketenagakerjaan.

“Ke empat belas poin ini merupakan tuntutan buruh untuk segera direalisasikan apa yang telah di janjikan sebelumnya,”  tegas Sekertaris SPKP Cepu, Ebenneser Prasetiadi.

Aksi konvoi ini diikuti 200 peserta dari karyawan kerjasama operasi (KSO)yang ada di Cepu yang meliputi 3 distrik lapangan pengeboran yakni Distrik Kawengan, Ledok dan Nglombo. Sedangkan jumlah anggota keseluruhan SPKP Cepu saat ini mencapai 517 orang.(ams)

Baca Juga :   PEPC Ikut Meriahkan Grebeg Jonegaran

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *