SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Akibat cuaca ekstrem para nelayan di pantai utara (Pantura) Lamongan, Jawa Timur, memilih tidak melaut. Di beberapa pelabuhan di Kecamatan Paciran dan Brondong ratusan kapal berukuran besar dan kecil disandarkan.
Hampir sebulan ini para nelayan terpaksa menggantung jala dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.
“Nelayan memilih tidak melaut mas karena resiko yang dihadapi cukup besar. Di tengah lautan sering terjadi badai dan ombak cukup  tinggi, “ kata salah satu nelayan asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong Supangat kepada suarabanyuurip.com,Senin (4/5/2015).
Nelayan lainnya, Parmo menambahkan, buruknya cuaca terjadi sejak pertengah bulan April lalu. Dirinya tidak paham penyebab buruknya cuaca. “Padahal biasanya bulan-bulan ini para nelayan pada panen ikan karena sudah memasuki musim kemarau, “ cetus Parmo.
Karena tidak melaut, para nelayan terpaksa mengambil uang celengan atau berhutang untuk menutupi kebutuhan keluarga. Untuk mengisi waktu luang selama menganggur, mereka memperbaiki jala atau perahu yang rusak.
Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Suprapto dikonfirmasi suarabanyuurip.com mengatakan, pilihan nelayan untuk tidak melaut sementara waktu adalah keputusan tepat.
“Kami menghimbau nelayan bersabar dulu untuk tidak melaut. Kondisi cuaca di laut cukup ektrem karena ombak masih cukup tinggi,” timpal Suprapto.
Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Meteologi, Kematologi dan Geofisika (BMKG) yang diterimanya cuaca ektrem tersebut terjadi karena adanya bencana Hidrometeorologi sehingga  berdampak tingginya intensitas hujan dan mundurnya musim kemarau.
“Diperkirakan musim kemarau baru akan datang akhir bulan Mei ini,” pungkas Suprapto.(tok)