SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Traffic Light di perempatan Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa minggu ini sering padam. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi itu dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sebab arus lalu lalintas di wilayah tersebut cukup padat karena merupakan jalur utama proyek Banyuurip dan kilang mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU). Selain itu, juga jalan Raya Bojonegoro – Padangan.
Warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Narto, mengatakan, sejak dua minggu lebih Traffic Light di perempatan Clangap sering mati. Utamanya, lampu yang berwarna hijau dan kuning. Sementara lampu warna merah menyala seperti biasanya.
“Akibatnya, banyak pengendara ragu-ragu hendak menyeberang, bahkan ada yang hampir tabrakan karena dari arah berlawanan ada kendaraan melintas,” kata Narto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/5/2015).
Dia berharap, dinas terkait segera memperbaikinya untuk menghindari terjadinya kecelakaan di tempat tersebut. “Sebelum ada jatuh korban,” saran warga ring satu Banyuurip yang sering melewati jalur tersebut.
Senada juga disampaikan Jayanto, Warga Desa Sumengko. Dia mengungkapkan, perempatan Clangap ini rawan terjadi kecelakaan. Karena selain jalur besar Bojonegoro-Padangan, juga merupakan jalalan poros Kecamatan Kalitidu-Gayam.
“Arus lalulintasnya cukup padat, terlebih pada pagi dan sore saat anak-anak sekolah dan tenaga kerja proyek berangkat dan pulang,” sambung dia. (sam)