SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Penyebab tewasnya tenaga kerja asing di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang terletak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2015), sekira pukul 10.28 WIB, masih misterius. Karena sampai detik ini, baik Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) – 1 Banyuurip, maupun operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu, belum memberikan rilis resmi kronologis insiden tersebut.
Namun begitu, suarabanyuurip.com berhasil memperoleh data identitas warga Negara Filipina yang tewas saat melakukan pekerjaan di Gudang Area pusat faslitas pemrosesan minyak mentah (central processing facility/CPF) Process Building (PB) 23. Area ini masuk wilayah proyek EPC-1 Banyuurip, yang dikerjakan PT Tripatra Engineers & Constructors.
Kuat dugaan korban tewas karena tersengat listrik saat sedang melakukan pengetesan (Commissioning) alat. Sebab korban bertugas sebagai petugas pengetesan alat pemrosesan minyak mentah.
“Di lokasi PB 23 memang sudah di brikade khusus orang Filipina. Di situ ada sekitar 15 pekerja termasuk dari PT BMAP,” kata salah satu naker yang minta tak disebut identitasnya.(sam)
Berikut identitas warga Filipina yang tewas :
Nama                                      : RUELITO MABAO SAN JOSE
Negara                                    : Filiphina
Tempat/ Tanggal Lahir                 : Filiphina, 16 Agustus 1973
Paspor                                      : EC0961128
Pekerjaan                                   : Electrical Advisor
Sponsor/perusahaan                     : Pr. Air Energy Indonesia
Stay (tinggal) di                          : Hotel Dewarna Jalan Veteran Bojonegoro.