Inilah Kronologis Kejadiannya

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kepolisian Resort Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan identifikasi jenazah tenaga karja (Naker) asing yang tewas di lokasi proyek Minyak Banyuurip, Blok Cepu,  Sabtu (16/5/2015). Hasil sementara, Ruelito Mabao San Jose (42), warga Negara Filipina, itu tewas karena tersengat listrik.

Dari hasil visum yang dilakukan pihak Rumah Sakit Aisiyah Bojonegoro ditemukan luka bakar di bagian paha bagian dalam sebelah kiri di tubuh korban. Hingga pukul 17.00 WIB, mayat korban masih di ruang janzah rumah sakit.

“Kesimpulan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik. Ada luka bakar di bagian tubuh korban,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP. Hendri Fiuser, kepada suarabanyuurip.com.

Dia mengungkapkan, kronoligis kejadian dari hasil kroscek keterangan beberapa saksi yang dikumpulkan di lokasi kejadian, insiden tersebut terjadi di area Work Site pengeboran minyak milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang masuk wilayah Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, pukul 08.49 WIB. Saat itu, petugas medis dari klinik EPC 1, Tripatra, Hendra Kurniawan (32), warga Perumahan Senjoyo Indah, Desa Nbener Kecamatan Tengaran, Semarang, Jawa Tengah, mendapat panggilan dari area central processing facility (CPF), bahwa ada orang terkena sengatan listrik dan memerlukan bantuan medis secepatnya.

Baca Juga :   Dukung UMKM, Pertamina EP Sukowati Field Beri Pelatihan Membatik

Kemudian sekira pukul 08.51 WIB ambulan dari klinik sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri. Petugas lalu memberikan bantuan medis kepada korban, namun belum juga sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RS Aisyiyah Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah sampai di RS Aisyah Bojonegoro, korban sempat mendapatkan penanganan selama kurang lebih 10 menit di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), namun pihak RS Aisyah Bojonegoro kemudian menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.

“Saat ini jenazah korban masih di ruang jenazah RS Aisyah Bojonegoro dan dilakukan visum luar oleh Dokter RS Aisyah Bojonegoro. Sedang dari pihak Identifikasi Polres Bojonegoro masih melakukan olah TKP di tempat kejadian,” ujar Hendri, menerangkan. 

Dari dokumen yang berhasil dikumpulkan polisi, korban bernama Reulito Mabao San Jose, Warga Negara Filipina. Korban lahir di Filipina tanggal 16 Agustus 1973. Dengan nomor paspor EC0961128, pekerjaan sebagai Electrical Advisor, dibawah naungan perusahan PT. Air Energy Indonesia, subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip.

Baca Juga :   Desa Penghasil Migas Sukowati Tanyakan Kejelasan Kegiatan, Ini Kata Pertamina

“Selama ini korban menginap di Hotel Dewarna Jalan Veteran Bojonegoro,” tegas Hendri.

Dokumen lainnya yang dikumpulkan polisi di antaranya visa, KITAS : 2C13C10183-P, Surat Keterangan Jalan dari  Polda Jatim Nomor SKJ/POA/0015/IV/2015/Dit Intelkam tanggal 07 April 2015, Surat Tanda Melapor dr Polda Jatim Nomor : 000010/IV/2015 tgl 07 April 2015.

Hendri manambahkan, sekarang ini tim identifikasi Polres Bojonegoro telah memasang Police Line (garis polisi) di TKP untuk memudahkan melakukan penyelidikan. Rencananya, tim laboratorium forensik  (Lapfor) Polda Jatim akan didatangkan pada Senin ( 18/5/2015), untuk melakukan olah TKP.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *