SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Rencana pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya pekerja proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Reulito Mabao San Jose (42), warga negara asing berkebangsaan Filipina, pada Sabtu (16/5/2015), sekira pukul 08.49 WIB, oleh pihak kepolisian masih simpang siur.
Kapolres Bojonegoro, Jawa Timur, AKBP. Hendri Fuiser menyatakan, jika olah TKP yang melibatkan tim laboratorium forensik (Labfor) Polda Jatim akan dilakukan pada Senin (18/5/2015) mendatang. Namun menurut informasi dari Polsek Gayam, olah TKP akan dilaksanakan pada Minggu (17/5/2015) besuk, pukul 08.00 WIB.
Olah TKP akan dilaksanakan di lokasi tewasnya korban yakni di Process Building (PB) 23 Gudang pusat fasilitas pemrosesan minyak mentah (central processing facility/CPF) di wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Lokasi ini masuk paket pekerjaan PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor Engineering, Procurement and Constructors (EPC)-1 Banyuurip.
“Kemungkinan besar besok olah TKP,” kata Kanit Reskrim, Polsek Gayam, Aiptu Murtiadi kepada suarabanyuurip.com.
Dia menuturkan, dilibatkannya tim identifikasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Jatim karena menyangkut keberadaan warga negara asing. Murtiadi mengaku, sesaat setelah kejadian, pihaknya sempat berkoordinasi dengan pihak Konsorsium PT.Tripatra – Samsung untuk melakukan olah TKP pada hari Senin (18/5/2015).
“Tapi dari pimpinan katanya besok jam 08.00 pagi mulai kumpul,” katanya.
Alasannya dipilihnya hari Minggu besok karena akan lebih kondusif. Sebab jika hari Senin para pekerja sudah banyak yang masuk kerja. Terlebih dua hari ini sebagian pekerja ada yang diliburkan.
Murtadi menambahkan hingga saat ini kronologis kejadian belum diketahui pasti. Meski dugaan sementara tersengat listrik. “Sementara memang tersengat listrik tapi masih perlu pendalaman,” imbuhnya.
Sebelumnya Kapolres Bojonegoro, Hendri Fiuser juga telah menyampaikan kronologis sementara insiden tersebut.(roz)