PLN Akan Tambah Gardu Induk di Wilayah Barat

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut jika kebutuhan daya listrij untuk Lapangan Minyak dan Gas Bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban  masih kecil.

“Di banding dengan kebutuhan listrik di pabrik semen, kebutuhan listrik untuk lapangan migas masih sangat kecil,” kata Humas PLN Cabang Bojonegoro, Widhianto kepada suarabanyuurip.com di ruang kerjanya belum lama ini.

Dia mengungkapkan,  total daya listrik dari Gardu Induk di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, sebesar 150 MVA saat ini memenuhi kebutuhan listrik di pemboran migas yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – PetroChinas East Java (JOB P-PEJ) baik di Desa Campurejo, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Selain itu, lanjut Widhi, juga untuk kebutuhan industri migas di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, dan Lapangan Sumur Tiung Biru (TBR) di Kecamatan Tambakrejo yang dikelola Pertamina EP Aset IV Field Cepu.

Baca Juga :   Pertamina Tambah Sejuta Tabung LPG

“Kebutuhan lsitrik di sana rata-rata untuk operasional saja,” ujar Widhi tanpa menyebutkan dengan pasti berapa total daya listrik yang digunakan.

Meski kebutuhan listrik untuk industri migas di wilayahnya masik kecil, lanjut Widhi, PLN memiliki rencana untuk membangun Gardu Induk di wilayah barat. Pembangunan ini untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan listrik berkapasitas besar.

“Karena bagaimanapun listrik alternatif paling murah di banding yang lain seperti diesel,” tegasnya.

Widhi mengatakan, dari tiga cakupan wilayah kerja PLN yaitu Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,  di Bojonegoro baru memiliki satu Gardu Induk saja. Sedangkan di Tuban ada 3 Gardu Induk, salah satunya khusus untuk pabrik semen, sementara di Lamongan 2 Gardu Induk.

“Rencananya kami akan membangun Gardu Induk di lokasi yang berdekatan dengan industri migas,” ucap dia, mengungkapkan.

Widhianto menambahkan, untuk merealisasikan pembangunan Gardu Induk itu pihaknya masih menunggu persetujuan dari pusat. Diperkirakan rencana tersebut baru terlaksana pada tahun 2019 mendatang. Sementara daya listrik yang akan digunakan nantinya belum tentu memanfaatkan gas alam dari Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

Baca Juga :   Tunggu Transfer dari Pusat, Pemkab Bojonegoro: Pencairan DBH Migas Triwulan Kedua Tak Akan Molor

“Kalaupun ada industri migas yang membutuhkan gardu listrik sendiri juga bisa, seperti di Pabrik Semen di Tuban,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *