SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap ada peningkatan di bidang infrastruktur jalan.
Kepala Desa Katur, Sukono, mengatakan, untuk jalan poros kecamatan kondisi saat ini semakin lama semakin parah. “Apalagi saat hujan tiba, jika tidak hati-hati pengendara bisa terperosok dan jatuh karena lubang yang ada tergenang air,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (18/5/2015).
Dia mengatakan, berkali-kali telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tapi sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali. “Justru, pintu masuk ke lokasi industri migas harus diperhatikan,” sarannya.
Pihaknya mengaku, telah mengusulkan kepada Bupati Suyoto untuk membangun gerbang bertuliskan selamat datang di Desa Sumengko. Sehingga, ada kesan jika Kecamatan Gayam adalah wilayah yang istimewa dengan adanya industri migas.
“Gini kok disuruh maju, darimana? jalannya saja tidak diperbaiki. Masa suruh minta operator saja, ya kan ada bagiannya sendiri-sendiri,” tukasnya.
Sementara itu, lanjut Sukono, dari Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu (EMCL) telah memberikan program CSR. Sejak menjabat satu tahun yang lalu, Desa Katur telah mendapatkan bantuan jamban sebanyak 68 buah, pavingisasi sepanjang 200 meter, dan perbaikan jembatan.
“Tahun 2015 ini kami sudah mengajukan program CSR lagi, semoga direalisasikan,” tandasnya.
Sedangkan Alokasi dana Desa sebesar Rp785 Juta akan digunakan sebagai pembangunan balai desa setempat. Pavingisasi sepanjang 1 Km diambilkan dari Pagu Indikatif Kecamatan, sedangkan TPT belum sama sekali.
“Yang belum-belum itu kita mintakan EMCL,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DPU Bojonegoro, Andy Tjandra, hingga berita ini ditulis belum memberikan klarifikasinya terkait perbaikan jalan poros kecamatan. (rien)