EMCL Kampanyekan Energi Alternatif

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sebagai pengembangan program ekonomi, operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited bekerjasama dengan Yayasan Trukajaya, mengkampanyekan energi alternatif pemanfaatan sumber energi alternatif secara bijak dan membumi.

Acara yang dipusatkan di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu disertai dengan lomba menggambar pelestarian alam, menggambar pesan layanan masyarakat “hemat energi”, membuat cerita biogas, yang dinilai oleh EMCL maupun muspika. Perwakilan peiabat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro hadir.

Community Relation Coordinator, Public and Government Affair EMCL, Beta Wicaksono dalam acar itu mengatakan, pada saat ini tengah mengembangkan 52 reaktor biogas. Satu reaktor ditempatkan di KBSR Desa Brabowan agar dijadikan pusat belajar masyarakat baik tentang ternak, maupun biogas juga.

Pada awal program ini, lanjut Beta, banyak tantangan yang dialami. Karena sebelum memberikan program ini, ternyata masyarakat sudah menggunakan biogas dengan sistem fiber glass. Namun, kekuatannya tidak sekuat yang direncanakan. Sehingga Yayasan Trukajaya sebagai mitra EMCL berusaha meyakinkan masyarakat akan membuat kosntruksi reaktor yang tahan sampai 20 tahun kedepan.

Baca Juga :   Desa Ring 1 Migas Sukowati akan Gandeng KDMP Pasarkan Telur Ayam Gayatri

Beta menuturkan, satu unit reaktor bernilai puluhan juta akan tetapi di asumsikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Dalam kesempatan ini, Beta juga memberikan apresiasi terhadap karya peserta lomba yang diikuti anak-anak desa ring 1. Bahkan, salah satu karya tulisan menggunakan kertas dari kalender bekas. Hal ini membuktikan kreatifitas tinggi tidak membutuhkan kertas yang bagus atau baru tetapi memanfaatkan barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan.

Selain memberikan reaktor biogas,EMCL bersama Trukajaya juga mendidik tukang untuk membuat reaktor dan membentuk sebuah paguyuban.

“Sehingga, apabila Pemkab setempat mau membuat reaktor bisa memanfaatkan tukang-tukang ini karena sudah memiliki keterampilan. Jika ada yang berminat membuat reaktor untuk memanfatkan keahlian yang dimiliki,” pungkas Beta.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Trukajaya, Cristine Damayanti, menyatakan, sejak tahun 2013 lalu bermitra dengan EMCL memberikan program biogas di tahun pertama membangun 52 unit biogas.

“Dan sudah bisa digunakan semua,” lanjutnya.

Dia menyampaikan, biogas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Sudu, Desa Gayam, dan Mojodelik, Kecamatan Gayam.  “Sekarang ini ada satu unit di Desa Brabowan,” tegas Cristine.

Baca Juga :   Serahterimakan Papan Informasi di Desa Jalur Pipa

Untuk tahun kedua, lanjut wanita berkacamata minus ini, akan membangun 32 unit biogas, antara lain 15 unit di Kabupaten Tuban, 15 unit lagi meneruskan di Desa Brabowan dan Sumur Pandan. Selain pemanfaatan biogas ini, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk bisa mengadakan pertanian organik dengan menggunakan lahan pekarangan  yang tidak bisa ditanami menggunakan pupuk keluaran biogas kemudian membuat peptisida dari biogas.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *