Dua Rumah Ludes terbakar, Satu Tewas Terpanggang

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Kebakaran hebat terjadi di RT 02, RW 01 Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2015), pagi sekira pukul 04.00 WIB. Dua rumah ludes dilalap si jago merah, dan satu orang tewas terpanggang.

Dua rumah tersebut milik Wahyudi (48), dan Supadi. Sedangkan korban meninggal adalah Anwar Rifa’i (52), yang memiliki keterbelakangan mental. Diperkirakan jumlah kerugian materiil mencapai Rp500 juta.

Luluh lantaknya dua rumah itu dikarenakan lambatnya kedatangan mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian. Mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi setelah api membesar. Akibatnya, meski lima mobil pemadam kebarakan dikerahkan, namun tak dapat menyelamatan dua rumah yang terbuat dari kayu beserta harta benda di dalamnya.

Korban meninggal, Anwar Rifa’i berhasil dievakuasi setelah semua bangunan rumah rata dengan tanah dan kobaran api padam. Setelah dievakuasi korban langsung diurus sebagaimana mestimya oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres Blora. Pihak keluarga langsung menyemayamkan jenazah korban di tempat pemakaman umum desa setempat.

Baca Juga :   Gudang Beras Penuh, Bulog Bojonegoro Segera Cari Tempat Penyimpan Tambahan

Menurut keterangan Wahyudi (48), kebakaran terjadi dan sudah membesar sekira sebelum waktu subuh pukul 04.00. Saat itu dirinya sedang tertidur lelap setelah pulang dari begadang pukul 02.00 WIB. “Setelah memberikan rokok pada kakak saya, Anwar Rifa’i saya langsung tudur,” kata kepada suarabanyuurip.com di lokasi kejadian.

Tidak lama berselang, dia mengaku, mendengar teriakan dan ketika bangun tiba-tiba api sudah membesar hingga kamar. Dirinya langsung berlari menyelamatkan diri keluar rumah.

“Saat itu saya panik sekali,” ucapnya.

Namun nahas, kakaknya, Anwar Rifa’i, tidak mampu diselamatkan. Harta bendanya juga habis dilalap api. Kerugian dari peristiwa itu ditaksir mencapai Rp. 250 juta.

Berbeda dengan Wahyudi, nasib mujur masih dialami Supadi (48) yang juga rumahnya terbakar akibat rembetan api dari rumah wahyudi. Keluarganya berhasil diselamatkan sebelum api membakar rumahnya. Selain itu, sebagaian hartanya dan surat berharga berhasil diselamatkan. Akibat kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Unit Olah TKP Polres Blora, diduga kebakaran itu terjadi karena korselting listrik.

Baca Juga :   Sering Dibohongi JOB P-PEJ, Jalan Lingkungan Diblokir

Kapolsek Kedungtuban, AKP Sugiharto, menjelaskan, kejadian terjadi kira-kira pukul 04.00 WIB, saat semua orang tertidur lelap. “Dari olah TKP dugaan sementara dari korsleting listrik. Karena rumah berbahan kayu, api dengan cepat merembet dan membesar,” kata Sugiharto.

Dia menghimbau kepada warga untuk hati-hati dan waspada karena pada musim kemarau seperti ini rawanterjadi kebakaran. “Apalagi di Kedungtuban ini mayoritas rumah berasal dari Kayu,” pungkasnya.(ams)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *