SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Ngraho, Kecamata Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur telah selesai menanam padi musim kedua. Saat ini, tanaman padi mereka telah memasuki usia dua bulan lebih.
Kepala Desa Ngraho, Samat, mengatakan, para petani yang mengerjakan tanam padi di daerah bantaran Bengawan Solo hampir mendekati panen.
“Salah satunya di wilayah saya bentar lagi akan panen kedua, Mas,” kata Samat kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (27/05/2015).
Menurut dia, selama masa tanam, petani mengandalkan pengairan dari Sungai Bengawan Solo. Air tersebut dikelola Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa).
“Kami berharap panen padi kedua bisa berhasil,” ujarnya.
Pada panen pertama, kata Samat, para petani telah berhasil memanen dengan hasil yang menggembirakan. Hasil yang dipanen rata-rata tiap satu hektare sawah bisa menghasilkan gabah sekitar enam sampai tujuh ton.
“Untuk panen kali ini hasilnya menggembirakan petani,” imbuhnya.
Diharapkan keberhasilan petani dalam panen kali ini mendapat dukungan dari pemerintah. Dia menilai, meski berada disekitar proyek migas, sektor pertanian tidak boleh dikesampingkan.
“Kalau proyek di Banyuurip selesai, tidak ada salahnya warga kembali lagi ke pertanian,” pungkasnya. (sam)