SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku jarang berobat di Puskesmas setempat meskipun jaraknya dekat dari rumah. Alasannya fasilitas yang ada di Puskesmas Gayam belum memadai.
Salah satu warga desa Gayam RT 10, RW 02, Mega (35), mengaku, selama ini lebih memilih berobat di PKU Kalitidu. Karena di tempat itu fasilitas kesehatannya lebih lengkap baik tenaga medis, maupun obat-obatan.
“Kalau di PKU Kalitidu dokternya selalu ada di tempat, dan obatnya cocok,” kata Mega kepada suarabanyuurip.com, Kamis (28/5/2015).
Menanggapi hal itu, Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Gayam, Puji Siswanto, mengakui jika kondisi Puskesmas Gayam jauh dari layak. Karena fasilitas yang dimiliki sekarang ini masih sangat terbatas.
“Seharusnya Puskesmas Gayam ini, tingkatannya sudah rawat inap,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com
Dia mengatakan, dari Pemerintah Kabupaten telah mentargetkan tahun 2016 mendatang dilakukan perubahan status dari Puskesmas rawat jalan menjadi Puskesmas rawat inap.
“Itupun menunggu realisasi pembangunan dari operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, EMCL,” kata Puji, mengungkapkan.
Pria asal Desa Ringintunggal ini menyampaikan, saat ini pelayanan yang diberikan hanya berupa pemeriksaan dan pemberian obat saja. Karena tenaga medis yang ada masih sangat kurang yakni untuk perawat 2 orang, bidan 2 orang, dan dokter umum 2 orang.
“Idealnya rata-rata 5 orang baik perawat, bidan, ataupun dokter,” tegas Puji.
Dia mengaku, untuk ruangan periksa juga sangat terbatas. Saat ini masing-masing ruangan pelayanan baik itu ruang pelayanan umum, pelayanan kesehatan ibu dan anak, dan Unit Gawat Darurat (UGD) digunakan secara bergantian.
“Bisa dilihat sendiri mbak, kondisinya seperti apa,” kata Puji sambil menunjukkan ruangan yang ada di puskesmas.
Ia berharap, pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Gayam segera direalisasikan agar bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat pedesaan.(rien)





