SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan direhabilitasi pada tahun 2025 ini. Anggaran yang disiapkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu mencapai Rp 2 miliar.
Berdasarkan informasi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, tender proyek rehabilitasi Puskesmas Gayam sekarang ini masih tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Tender proyek konstruksi rehabilitasi Puskesmas Gayam diikuti oleh 52 kontraktor. Namun dari jumlah tersebut terdapat tiga kontraktor yang memberikan harga penawaran tertinggi. Yakni Cv Karomah dengan penawaran Rp. 1.790.899.149,75 dan harga terkoreksi Rp. 1.790.899.149,75, Cv Dua Putra Raharja dengan harga penawaran Rp. 1.858.995.383,05 dan harga terkoreksi Rp. 1.858.995.383,05, dan PT Cahaya Karya Gemilang dengan harga penawaran dan harga terkoreksi sama sebesar Rp. 1.887.335.439,39.
Proyek konstruksi rehabilitasi Puskesmas Gayam di bawah satuan kerja Dinas Kesehatan Bojonegoro. Lingkup pekerjaannya meliputi rehabilitasi ruang persalinan dan nifas, pembuatan ruang nurse station, dan rehabilitasi Poli Gigi.
Uraian sing pekerjaan yakni pekerjaan persiapan, galian dan urug, pasangan dinding, struktur bawah dan beton, struktur baja, plesteran, kusen, pintu, jendela, lantai dan pelapis dinding, plafon, pengecatan, instalansi listrik, sanitasi air dan septictank.
Suarabanyuurip.com sedang berupaya mendapat konfirnasi dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati terkait rencana proyek konstruksi rehabilitasi Puskesmas Gayam. Pesan WhatsApp yang dilayangkan, Senin (25/8/2025), pukul 09.56 Wib belum direspon hingga berita ditayangkan.
Dikonfirnasi terpisah, Direktur Cv. Gerbang Sewu, Anton Prasetyo mengaku tidak mengikuti lelang proyek konstruksi rehabilitasi Puskesmas Gayam, karena antara waktu pengumuman persyaratan dan pembukaan lelang terlalu mepet.
“Jarak antara pengumuman persyaratan dan pembukaan lelang hanya sekitar seminggu. Sedangkan sekarang ini persyaratan yang harus dipenuhi cukup banyak, rumit dan membutuhkan waktu,” kata pimpinan perusahaan asal Desa/Kecamatan Gayam ini.
Anton mencontohkan, perusahaan yang akan mengikuti lelang harus melampirkan syarat surat dukungan dari distributor. Sementara untuk mendapatkannya bisa membutuhkan waktu lima hari sampai seminggu.
“Sebab kita harus mengajukan permohonan ke didistributor, kemudian distributor melakukan review. Dan itu belum tentu disetujui. Beda lagi kalau kita sebelumnya sudah mendapat bocoran persyaratan yang harus dipenuhi, jadi sudah siap saat tender dibuka,” ungkap Anton.
Pihaknya berharap kontraktor pemenang tender proyek konstruksi rehabilitasi Puskesmas Gayam nantinya menggandeng kontraktor lokal sekitar.
“Juga harus mempekerjakan warga lokal sini. Agar bisa mengurangi pengangguran dan bisa memberikan tambahan penghasilan warga,” pungkas Anton.(suko)





