SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) manfaatkan sarana wayang kulit untuk mensosialisasikan keaslian uang dan menggalakkan gerakan uang bersih kepada masyarakat, Sabtu (30/5/2015) malam.
Menurut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Perum Peruri, Atje Muhammad Darjan, pengenalan akan keaslian uang rupiah dengan unsur pengamanan atau security feature yang terdapat di dalamnya merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui oleh asyarakat.
“Baik di kota besar maupun pelosok daerah,” katanya.
Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi bagi masyarakat agar tidak terkecoh jika ada atau kebetulan mendapatkan uang palsu. Selain itu, kata Atje, melalui kebijakan gerakan uang bersih yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI) dimaksudkan agar masyarakat dapat menjaga dan memperlakukan uang rupiah dengan baik dan benar.
“Sehingga tidak mudah lusuh dan kotor karena disamping sebagai alat pembayaran, pada lambang kedaualatan negara kita,” jelasnya.
Atje menjelaskan, penggunaan sarana pagelaran seni wayang kulit dalam sosialisasi tersebut, menurutnya, wayang kulit sebagai karya seni yang sangat diapresisiasi dan mendapat  tempat tersendiri di hati masyarakat setempat. Khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Adalah suatu kebanggaan bagi Bank Indonesia maupun Perum Peruri untuk ikut ambil bagian dalam melestarikan kesenian dan budaya bangsa melalui kegiatan pagelaran wayang kulit,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Menteri BUMN, Didik Prasetyo, mengungkapkan, jumlah peredaran uang palsu di Indonesia meningkat. Periode sebelumnya, setiap Rp1 juta uang yang beredar, terdapat 9 lembar uang palsu. Namun sampai dengan bulan April kemarin, mengalami peningkatan dari Rp1 juta yang beredar, terdapat 15 lembar uang palsu.(ams)