Uang Rp7 juta dan Emas 10 Gram Raib

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora-Sebuah rumah di RT/RW 5/6 Jalan Pepaya Lingkungan Perumahan Sangat Sederhana (RSS) Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, disatroni pencuri, Selasa (2/6/2015). Akibat kejadian itu emas seberat 10 gram dan uang tunai senilai Rp7 juta raib digondol maling.

Menurut penuturan korban, Siswodilatif (56), peristiwa tersebut terjadi waktu Salat Subuh, sekira pukul 04.30 WIB. “Ketika saya dan istri berangkat ke masjid,” katanya di dampingi istrinya Ema (46).

Saat sampai di rumah, korban menjumpai uang pecahan Rp50.000 dua lembar tercecer di bawah lemari saat dirinya hendak ganti baju. “Setelah saya cek, ternyata uang saya tidak ada. Kemudian saya cek lemari lain juga barang di dalamnya tidak ada. Emas 10 gram, dan uang tunai Rp 7 juta. Uang masjid, uang gaji saya, uang simpanan dan uang persiapan lebaran hilang,” kata Siswodilatif.

Diduga kuat, pelaku beraksi dengan mencongkel jendela kamar. Hal itu dapat dilihat dari CCTV milik tetangga korban. Pelaku membuka pintu pagar dan masuk sekira pukul 04. 07 WIB.

Baca Juga :   Bojonegoro Jadi Sasaran Program Emas Hijau

“Saat itu pintu pagar memang tidak tertutup rapat,” ucap Siswo. 

Dari hasil CCTV juga terlihat sebelum masuk rumah, pelaku sempat menengok rumah tetangga depan. “Karena kondisi gelap, jadi tidak begitu kelihatan,” kata dia.

Menurut pengakuan tetangga sekitar, lanjut Siswo, mengira jika rumah Siswo kedatangan tamu. Sebab terlihat dua orang berboncengan motor memarkir kendaraan di depan rumahnya. “Ya saat itu dikira rumah saya sedang ada tamu,” ujarnya.

“Mungkin pelaku sudah mengintai rumah saya sebelum melakukan aksinya,” lanjut Siswo.

Setelah memastikan uang dan barang berharga miliknya hilang, korban langsung melaporkan kejadian tersebut telah kepada pihak kepolisian. Dia berharap, polisi bisa segera menindaklanjuti dan menangkap pelaku.

Sebab di lingkungan tersebut sudah beberapa kali terjadi pencurian. “Tahun lalu di sini juga terjadi pencurian,” ujar Siswo, mengungkapkan.

Untuk diketahui, di wilayah RSS ada beberapa akses jalan keluar masuk lingkungan. Sehingga memudahkan pelaku kejahatan melakukan aksinya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *