Bojonegoro Jadi Sasaran Program Emas Hijau

Bojonegoro jadi sasaran program emas hijau

SuaraBanyuurip.com - 

Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran program emas biru dan hijau yang meliput pertanian, perkebunan dan lingkungan hidup. Program ini untuk mendukung ketahanan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Di sini dulu dikenal dengan kejayaan kayu jati dan tembakau, juga daerah banjir. Lalu bagaimana mengelola banjir dan sumber daya air ini mampu meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata anggota Dewan Ketahanan Nasional (Watannas), Kombes Pol Yulias, saat melakukan kunjungan ke Bojonegoro, Selasa (28/8/2018).  

Kunjungan anggota Watannas terdiri dari lima orang. Mereka adalah Mayjen TNI Aris Martono Haryadi, Kolonel Czi Rido Hermawan, Ir. Hadian Ananta Wardana, CES Kolonellnf Judi Paragina Firdaus, dan Kolonel Czi Budi Irawan.

Kunjungan mereka untuk melihat kondisi Bojonegoro secara umum terkait pembuatan program emas biru yakni perikanan di laut dan daratan, dan emas hijau adalah pertanian, perkebunan dan lingkungan hidup. 

Yulias mengungkapkan sejarah mencatat bahwa Nusantara sangat kaya akan rempah-rempah sehingga banyak bangsa luar yang datang ke Bojonegoro. Rempah-rempah yang menjadi kejayaan masa lalu itu mampu menjadikan dayatarik. 

Baca Juga :   Sepakati Nama KSU 52KT

“Sehingga kami ingin kembali mengembangkan rempah-rempah untuk kejayaan bangsa sendiri. Untuk mengembangkannya tidak bisa diatasi oleh daerah, namun perlu campur tangan dari pemerintah pusat,” jelasnya. 

Bojonegoro selama ini juga dikenal sebagai daerah rawan kekeringan dan kebakaran. Selain itu juga memiliki pembangunan  kawasan industri sepert eksplorasi migas yang dapat memberikan dampak lingkungan salah satunya pencemaran, dan damapak ikutan lainnya.

“Oleh karena itu bagaimana sumber daya alam itu dapat dikelola dengan baik agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya. 

Pj Sekertaris Daerah Bojonegoro, Yayan Rohman menjelasakan 40 persen wilayah Bojonegoro adalah hutan, dan 12 anak sungai bermuara di Sungai Bengawan Solo. Selain itu, Bojonegoro memiliki 20% cadangan minyak dan gas untuk kebutuhan nasional.

Sementara untuk lahan Bojonegoro adalah 144.000 hektar lahan padi, populasi sapi mencapai 200.000 ekor.  Laju pertumbuhan penduduk 0,11 persen dan penyebaran penduduk mencapai  567 jiwa per meter persegi tersebar di seluruh wilayah Bojonegoro dengan titik pusat masih diperkotaan, indeks pembangunan masyarakat (IPM)  68,06 di tahun 2016, dan layanan pendidikan APK dan APM menunjukkan trend naik.

Baca Juga :   Damkarmat Bojonegoro Evakuasi Korban Tewas Tersengat Listrik

“Dengan kedatangan tim Watannas ini, kami yakin akan memberikan kemajuan bagi Bojonegoro,” tegas Yayan.

Dari kunjungan ini Tim  Setjen Wantannas akan mengadakan Pengkajian Daerah ke Kabupaten untuk mendapatkan intormasi terakhir terkait dengan kondisi ketahanan nasional di daerah meliputi aspek politik, hukum, ekonomi, sosial, pertahanan-keamanan, di wilayah Jawa Timur secara umum, dan khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Titik berat peninjauan adalah sembilan program pemerintah, di antaranyapengembangan potensi pertambangan minyak, lingkungan hidup, DAS Bengawan Solo serta pariwisata di daerah, termasuk kondisi infrastruktur di daerah.(rilis humas)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *