SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Razia penambang pasir mekanik ilegal di bantaran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kalitidu yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur tak membuahkan hasil, Rabu (3/6/2015). Diduga operasi tersebut sudah lebih dulu bocor sebelum petugas datang ke lokasi.
Dalam razia ini melibatkan petugas Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Puluhan petugas menyisir bantaran bengawan, namun tidak satupun pelaku yang kerap melakukan penambangan pasir dengan mesin berhasil ditemukan.
“Kita hanya menemukan satu unit diesel yang sudah lama tidak digunakan untuk menyedot pasir,†kata Kasi Ops Satpol PP Bojonegoro, Sundari.
Diesel ditemukan di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Â lengkap dengan selangnya. Kemudian petugas membawa diesel yang tidak diketahui siapa pemiliknya tersebut.
“Tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Padahal di sepanjang alirang Sungai Bengawan Kecamatan Kalitidu ini banyak sekali penambang pasir mekanik,” keluhnya.
Salah satu warga Desa Mayangrejo yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, inisial RY mengatakan, jika razia yang dilakukan Satpol itu sudah bocor terlebih dahulu. Sebab, kata dia, pada pagi hari sebelum petugas datang menyisir sungai dengan perahu kayu masih banyak diesel penyedot pasir tersebut.
“Waktu petugas datang, dieselnya sudah tidak ada. Kemungkinan sudah bocor lalu dieselnya diamankan pemiliknya,” ujarnya.
Dia mengaku kecewa dengan sikap Satpol PP yang tidak cekatan memberantas pelaku penambangan pasir mekanik itu. Sebab pada setiap razia anggaran yang digunakan tidak sedikit. Namun, hasilnya selalu nihil dan Satpol terlalu banyak alasan jika razia yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
“Anggarannya Rp40 juta sekali razia, tetapi apa yang didapatkan. Kami sudah tidak percaya dengan Satpol PP,” kritiknya.
Razia penambangan pasir ilegal itu dilakukan dengan menyusuri Bantaran Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu tambang. Petugas melewati Desa Brenggolo, Mayangrejo dan seterusnya. Namun, razia itu tidak membuahkan hasil.
“Setiap hari ada puluhan penambang pasir mekanik di sini,†kata RY.(roz)