SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sejak empat bulan terakhir Kilang pengolahan minyak milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berhenti produksi. Penyebabnya akibat dari menumpuknya residu (ampas atau endapan minyak) pada kilang.
“Kurang lebih empat bulan terakhir ini sudah tidak berproduksi,” kata Nina Gumantina, Humas PPSDM Cepu (Pusdiklat Migas), kepada Suarabanyuurip.com.
Dia menjelaskan, residu yang dihasilkan kilang tersebut telah menumpuk sejak lama lantaran harga yang ditawarkan terlalu tinggi.
“Belum ada perusahaan yang mengambil residu. Mungkin karena harga yang diberikan terlalu tinggi,” ungkapnya.
Pihak PPSDM menurut Nina, tidak serta merta langsung menurunkan harga supaya bisa diangkut oleh perusahaan pembeli. “Harus ada tinjauan kembali oleh kementerian Keuangan. Bukan dari Kementerian ESDM,” jelasnya.
Sehingga butuh waktu cukup lama, untuk menurunkan harga residu tersebut. Karena harus melalui birokrasi yang cukup panjang. Disamping itu, harga minyak yang anjlok sejak awal tahun lalu juga menjadi salah satu faktor mandegnya operasi kilang.
“Harga minyak rendah juga menjadi salah satu faktornya,” ujar wanita berkacamata ini.
Lebih lanjut, Nina mengatakan, semua pekerja kilang berasal dari PPSDM. “Semua berstatus PNS,” jelasnya.
Karena kilang itu, kata dia, memang diperuntukkan sebagai sarana pendidikan. (Ams)