SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan ramadan razia terus diintensifkan guna meminimalir praktik maksiat. Bekerjasama dengan Satpol PP aparat Kepolisian melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat kos-kosan yang disinyalir digunakan untuk perbuatan mesum.
“Bukan hanya rumah kos, tapi juga di kafe-kafe,†tegas Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, Senin (8/6/2015).
Kapolres menyatakan, sudah menginstruksikan kepada anggotanya yang berada di polsek – polsek untuk melakukan razia lokasi dan tempat kos yang disinyalir menjadi praktik penyakit masyarakat.
“Jelang ramadhan kita instruksikan untuk melakukan operasi cipta kondisi,” tegas Hendri.
Sementara itu, Kapolsek Bojonegoro, Kompol Saibani, menuturkan, razia yang dilakukan untuk menjaga situasi menjelang ramadan serta membersihkan rumah kos dari perbuatan asusila. Dalam razia yang dilakukan kemarin, tiga pasangan telah diamankan. Sedangkan satu pasangan berhasil melarikan diri lewat jendela belakang rumah kos.
“Dua pasangan kita amankan di kawasan rel bengkong, dan satu pasangan di rumah kos di Jalan untung Suropati. Mereka kita kenakan tindak pidana ringan atau tipiring,†sambung Saibani.
Dalam razia itu petugas menyisir sejumlah kawasan yang seringkali menjadi ajang prostitusi. Yakni selain rumah kos di kawasan rel bengkong Jalan Pondok Pinang, juga dua kawasan lainnya yaitu di beberapa rumah tinggal (home stay) di Jalan Dr Soetomo dan rumah kos di belakang wisma Persibo di Jalan Untung Suropati. (roz)