SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Forum Peduli Blora Sejahtera (Forpbes) menggelar seminar sehari tentang pengelolaan migas dan sumber mineral berbasis kearifan lokal untuk peningkatan perekonomian masyarakat Blora, Jawa Tengah, di Gedung Sasana Bhakti, Selasa (9/6/2015).
Dalam seminar itu, sub tema yang diangkat tentang strategi pengawasan dan pembinaan pengusaha pertambangan minyak bumi pada sumur tua dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Blora.
Menurut Koordinator Forpbes, Roy Kurniadi, tema yang diangkat ini merupakan wujud kegalauan dan kegelisahan masyarakat lantaran perijinan pengelolaan sumur tua bekas Kokaptraya yang diajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPH) ditolak Pertamina.
“Kami merasa resah dan gelisah,” kata Roy.
Sebab, kata dia, sejak tahun 1893 sampai dengan sekarang belum ada kontribusi signifikan dari negara untuk Blora.
“Harapan untuk menambah PAD telah sirna,” ucapnya.
Pada kesempatan itu hadir sebagai pembicara dalam seminar, Dewan Asosiasi Daerah Penghasil, Efendi T Siregar,General Manager Pertamina Hulu Energi Randugunting, Abdul Mutholib Masdar, Widya Iswara Badan Diklat, Sutarwi, dan Kepala ESDM Blora, Setyo Edi. (ams)