SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Â Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berharap baik pemerintah setempat, maupun operator Lapangan Migas yang ada sekarang ini, memberikan perhatian terhadap keberadaan sekolah madrasah baik tingkat MI, MTs, maupun MA.
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Ahmad Munir, menyampaikan, selama ini pemerintah terkesan tebang pilih dalam hal pendidikan. Terutama di ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam.
“Selama saya bertugas di Kantor Kemenag ini kontribusi pemerintah, dan operator sangat kurang,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com melalui sambungan telephone, Rabu (10/6/2015).
Dia menyampaikan, selama ini kontribusi ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) Â selaku operator Banyuurip, hanya pada pembangunan MI di Desa Katur dan Mts di Desa Gayam. Kedua sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang memang bergantung pada yayasan.
“Operasionalnya mengandalkan dari bantuan operasional sekolah atau BOS,” tegasnya.
Dia menyampaikan, di Kabupaten Bojonegoro jumlah lembaga madrasah untuk MI Negeri ada 3, swasta 320, MTs Negeri ada 5, swasta 230, sedangkan MA Negeri ada 5, swasta 26.
“Harusnya dari DBH Migas pendidikan, dan PPO perusahaan sebagian untuk sekolah madrasah sekitar ring 1,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Mts Bahrul Ulum, Dimjati, mengungkapkan, kondisi bangunan yang pernah dibangun oleh EMCL pada 2006 silam, mulai memprihatinkan.Â
“Plafon di ruangan kelas banyak yang lepas, dindingnya juga mulai retak-retak,” ujarnya.
Bapak dua anak ini menyebutkan, sampai sekarang belum ada anggaran untuk melakukan rehabilitasi sekolah. Karena, sebagian besar orangtua murid bermata pencaharian petani.
“Saya dan dua puluh guru lainnya juga punya sampingan,” ujar pria yang juga petani ini.
Dia mengungkapkan, gaji yang diterima guru di MTs Bahrul Ulum ini kurang lebih sekitar Rp500.000 tiap bulan. Hanya berbekal niat luhur memberikan ilmu kepada siswa yang membuat bertahan sampai kini.Â
“Padahal, dari sekolah madrasah inilah kami membentengi generasi muda dari hal-hal negatif di luar sana,” tukasnya. Â (rien)