Pasar Jepon Kembali Direvitalisasi

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pasar Tradisional Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali akan dilakukan revitalisasi. Sebelumnya, pasar tersebut telah direvitalisasi pada tahun 2013 lalu. Tahun ini, revitalisasi akan dilakukan pada bagian belakang pasar dengan total anggaran senilai Rp7 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Diperindagkop) dan UMKM Blora, Maskur mengungkapkan, tahun ini ada enam pasar tradisional yang direvitalisasi. Selain Pasar Jepon, lima pasar lainnya yaitu Todanan, Kunduran, Ngawen, Mulyorejo Cepu dan Pasar Hewan Blora. “Anggaran revitalisasi kelima pasar htersebut bersumber dari APBN reguler,” ucap dia kepada suarabanyuurip.com, Kamis (11/6/2015).

Menurut dia, revitalisasi pasar dengan anggaran dari APBN reguler sudah pada tahap pengumuman pemenang lelang dan segera dikerjakan. Sedangkan untuk pasar Jepon, baru tahap perencanaan dan daftar isian perencanaan anggaran (DIPA) masih dalam proses di kementerian Keuangan.

“Kita harapkan minggu ini selesai dan sebelum Ramadhan bisa dilakukan lelang,” terang Maskur.  

Sementara itu, Bupati Blora, Djoko Nugroho melarang para pedagang di pasar tradisional Kecamatan Jepon  mendirikan tambahan bangunan baru di kios dan los yang ditempati.

Baca Juga :   Keracunan Massal MBG di Bojonegoro Meluas

“Jangan ada yang menambahkan bangunan baru tanpa seijin saya. Entah itu bidak, lapak maupun bentuk lainnya,” pesan dia

Dia mengemukakan, dalam beberapa tahun terakhir, sektor ekonomi mikro dan kecil menjadi salah satu fokus perhatian di Kabupaten Blora. Kondisi ini seiring dengan adanya program revitalisasi pasar tradisional yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang di pasar tradisional.

Kokok-panggilan akrab Bupati Blora, menegaskan, selama ini Kabupaten Blora selalu berjuang sendiri untuk melakukan pembangunan daerah. Sebab, dengan letak geografis yang kurang strategis, membuat investor enggan menanamkan modalnya di Blora.

“Tidak ada investor yang mendirikan pabrik di sini tidak apa-apa. Saya yakin, asalkan ekonomi kecil dan UMKM berkembang dan maju, masyarakat akan sejahtera. Karena itu, pasar yang sudah dibangun tolong dijaga. Biar pedagang dan pembeli merasa nyaman berada di pasar,” tandas Kokok sapaan akrab Bupati Blora.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pengembangan Migas Pad C Sukowati Lelet, DPRD ke Pemkab Bojonegoro : Panggil Pertamina EP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *