Pastikan Stok Beras Aman Hingga Paska Lebaran

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro-Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, Jawa Timur, masih memiliki cadangan beras sebanyak 12 ribu ton. Jumlah itu diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan selama delapan bulan kedepan, termasuk pada bulan Ramadan.

Kepala Bulog Subdivisi Regional III Bojonegoro, Efdal Marlius Sulaiman, mengatakan, kebutuhan beras selama Ramadan memang cukup tinggi. Namun, pihaknya yakin jika pasokan beras di gudang Bulog masih aman. Hanya saja ia tidak tahu berapa jumlah pasti untuk kebutuhan selama bulan Ramadan.

“Kurang tahu persis jumlahnya berapa, yang pasti setiap bulan Ramadan permintaan beras meningkat,” ujarnya, Rabu (10/6/2015).

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, pihaknya mengaku akan melakukan operasi pasar di sejumlah titik di Bojonegoro sebelum Ramadan dan sebelum lebaran. Harga beras diprediksi akan naik memasuki bulan Ramadan hingga menjelang lebaran.

“Sudah menjadi tradisi jika sebelum lebaran pasti bahan-bahan baku naik, termasuk beras. Saat ini sudah kita persiapkan untuk melakukan operasi pasar,” tambahnya.

Baca Juga :   Penjual Gerabah pun Terpikat

Selain itu, lanjut dia, pembagian raskin juga akan segera dilakukan agar pasokan beras di masyarakat tetap aman. Sebab, jika pasokan aman harga pun akan stabil. Saat ini harga beras di Bulog senilai Rp7.300/ kilo gram untuk yang berkualitas medium (sedang). Sedangkan untuk beras yang bagus harganya senilai Rp8.500 sampai Rp9.000/ kilo gram.

Salah satu pedagang beras di pasar Kecamatan Sumberejo, Murtini (45), menyatakan, jika saat ini harga beras mulai merangkak naik. Kenaikan itu disebabkan pengaruh kualitas tanaman padi musim tanam (MT) II kemarau ini lebih baik di bandingkan dengan panen padi musim lalu.

“Kenaikan harga beras sejak sepekan lalu bukan pengaruh mendekati bulan puasa Ramadan, tapi memang kualitas beras panenan baru lebih bagus di bandingkan panenan yang lalu,” katanya.

Dia menjelaskan, di sejumlah desa di wilayah barat Bojonegoro seperti, Kecamatan Temayang, Dander, dan Ngasem, pasca panen padi. Menurut Murtini, panen memasuki musim kemarau kualitas berasnya lebih bagus dibandingkan dengan panen musim hujan, sehingga dapat memengaruhi harga.

Baca Juga :   Diduga Dikorupsi, DPRD Bojonegoro Akan Evaluasi Program BKKD Rp 618 Miliar

Murtini menyebutkan, harga beras panen baru berkisar Rp 7.800-Rp8.000 perkilogram, sedangkan beras panen lama antara Rp 7.300-Rp 7.500 perkilogram. Beras jatah warga miskin, juga naik menjadi berkisar Rp 6.800-Rp 7.000 perkilogram, yang semula antara Rp 6.000-Rp 6.500 perkilogram.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *