SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Tambakrejio, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur bakal melakukan penelusuran 487 anak putus sekolah mulai tingkat SD hingga SMA yang ada di wilayahnya. Tujuannya agar mereka dapat kembali sekolah sesuai dengan jenjangnya.
“Dari data yang ada akan kami telusuri dulu keberadaan anak yang putus sekolah tersebut. Masih ada di rumah atau sudah kerja diluar kota. Bagi yang masih di rumah akan kita ajak sekolah kembali,” kata Kepala UPTD Tambakrejo, M. Syafuddin kepada suarabanyuurip.com.
Penulusuran ini untuk mengetahui mereka putus sekolah mulai kelas berapa. Dengan begitu, bisa memasukannya kembali ke sekolah formal maupun non formal melalui kerjar paket.
“Kami ralat untuk anak putus sekolah sesuai datanya rata-rata bukan diatas usia 19 tahun. Tetapi, yang benar adalah usianya di bawah 19 tahun,” jelas Syafuddin.
Dia mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di wilayah sekitar pemboran migas Tiung Biru (TBR). Salah satunya adalah karena domisili mereka yang berada di pedalaman.
“Tempat tinggalnya jauh dari lokasi sekolah. Di samping itu mereka membantu orang tuanya,” ujar Syafuddin.
Dia menambahkan, jumlah lembaga pendidikan di Tambakrejo sebanya 40 SD, 5 MI, 2 SMPN, 1 SMP Swasta, 3 MTS, damn 1 SMAN yang tersebar di 18 desa.(sam)