SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan melambungnya harga elpiji 3 kilogram (Kg) di atas harga eceran (HET) di pasaran, memaksa Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan cek lapangan. Rencananya, instansi pemerintah itu akan mengecek stok elpiji di agen-agen di wilayahnya.Â
“Sebenarnya kuota yang diberikan sudah cukup, harganya pun sudah ditentukan. Tapi ternyata banyak laporan yang masuk mengenai harga LPG dan sulit didapatkan,” kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora, Maskur, Senin (15/6/2015).
Untuk diketahui, HET Elpiji 3 Kg untuk dipangkalan seharusnya Rp. 16. 000 per tabung, dan sampai pada konsumen Rp18.000.
“Ternyata masih banyak keluhan masyarakat karena harganya  lebih dari Rp.20.000,” ujar Maskur, mengungkapkan.Â
Cek lapangan akan dimulai esok hari, Selasa (16/6/2015), di mulai dari agen yang berada di Cepu.
“Besuk akan kita mulai dari Cepu. Ada 6 agen yang tersebar di Blora,” tegas Maskur.
Jika dalam Cek lapangan itu ditemukan kelangkaan karena adanya kekurangan stok, maka Disperindagkop UMKM memastikan akan mengajukan tambahan ke Pertamina.(ams)