SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendidikan Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, jumlah anak putus di wilayahnya masih cukup tinggi. Hal itu diketahui dari hasil klarifikasi data pendidikan dengan melibatkan TP PKK dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.Â
Untuk jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan sekolah dasar mulai usia 7-18 tahun mencapai mencapai 667 anak. Â Sementara tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1.103 anak, dan 2.221 anak tidak mengenyam ditingkat SMA.
Sedangkan data anak putus sekolah (drop out) untuk jenjang SD mencapai 1.330 anak, jenjang SMP sederajat mencapai 3.760 anak, dan jenjang SMA mencapai 3042 anak.
Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Khusnul Khulug menyatakan, berdasarkan jumlah tiap kecamatan, tingkat putus sekolah tertinggi berada di Kecamatan Ngraho sebanyak 439 anak, kemudian disusul Kecamatan Ngasem 353 anak, Dander 383 anak , Sukosewu 215 anak dan Tambakrejo 134 anak.
“Sedangkan kecamatan lainnya berkisar diangka 100 anak bahkan ada yang dibawahnya” kata dia melalui release yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/6/2015)
Dia menyampaikan, pembaharuan data akan terus dilakukan untuk menjaring anak-anak usia sekolah yang tidak bisa bersekolah karena berbagai faktor.
“Banyak faktor yang mempengaruhi anak tidak sekolah atau putus sekolah,” tukasnya tanpa menyebutkan secara detail faktor tersebut.