SuaraBanyuurip.com – Pusat Belajar Guru (PBG) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan kembali dihidupkan pada 2026. Wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru ini sebelumnya telah “dimatikan” oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah pada 2021.
Gedung PBG Bojonegoro sebelumnya menempati aset milik pemerintah kabupaten (pemkab) di Jalan Rajawali No 03 Bojonegoro. Namun, pada rezim Anna Mu’awanah, tempat untuk mencentak guru-guru profesional dengan fasilitas bantuan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, itu dibongkar dan dialihfungsikan untuk rumah dinas pegawai dan gudang barang bukti Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Bojonegoro, Fathur Rohim menyampaikan, PBG Bojonegoro dalam waktu dekat akan dihidupkan lagi untuk meningkatkan kompetensi guru.
“Sekretariatnya sudah kita siapkan di Sekolah Model Terpadu atau SMT. Di sana ada ruang yang layak digunakan untuk sekretariat,” ujarnya saat menjadi narasumber di podcast Dewan Jegrank bertema “Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Bojonegoro, Strategi dan Inovasi” Selasa (20/1/2026) malam.
Rokim menjelaskan, kepengurusan PBG Bojonegoro yang baru sudah dibentuk. Melibatkan dari Dinas Pendidikan Bojonegoro, Kementerian Agama dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Pelibatan ketiga lembaga tersebut karena sekarang ini memiliki tanggungjawab berbeda. Seperti Dinas Pendidikan Bojonegoro bertangung jawab terhadap pendidikan SD dan SMP, Kemenag menaungi MI dan MTs, dan MA, dan Dinas Provinsi Jatim membawahi pendidikan SMA dan SMK.
Akibat pecahnya tanggung jawab pendidikan tersebut, lanjut Rokhim, lima PGB Bojonegoro yang sudah dibangun sebelumnya harus terhenti.
“Alhamdulillah, kemarin pengurus PBG yang lama sudah siap menghidupkan lagi dalam waktu dekat ini. SK atau Surat Keputusan kepungurusan juga sudah kami susun, namun saat penyusunan SK saya menyarankan agar SK ini tidak hanya ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, tapi juga dari Kemenag dan Cabang Dinas Provinsi,” jelasnya.
“SK sudah jadi. Tinggal mengumpulkan tanda tangan dari Kepala Kemenag dan Kepala Cabang Dinas Provinsi. InsyAllah dalam waktu dekat ini semua sudah siap,” lanjut Rokhim.
Pihaknya berharap dihidupkannya kembali PBG Bojonegoro ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi guru. Apalagi, sekarang ini telah terbit peraturan menteri pendidikan dasar dan menengah (Permemendikdasmen) tentang pembelajaran mendalam. Pembelajaran ini memiliki prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Pendekatan kompetensi guru ini sangat penting dan harus,” tegasnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, Moh Sholihul Hadi berharap Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menghidupkan kembali PBG yang pernah ada, sehingga bisa membantu guru-guru, khususnya di bawah naung Kemenag untuk meningkatkan kompetensinya.
“Selama ini guru-guru di bawah Kemenag meningkatkan kompetensinya secara mandiri karena keterbatasannya anggaran. Jadi dengan aktifnya PBG ini guru-guru Kemenag nantinya bisa berkolaborasi dengan guru di Dinas Pendidikan mengupgrade dan berinovasi untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan Bojonegoro,” harapnya.
Ketua PGRI Bojonegoro, Muh Kuzaini mendukung dihidupkannya kembali PBG Bojonegoro, karena selama ini guru-guru meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan secara mandiri.
“Untuk tahun 2026 ini kita juga akan banyak melaksanakan pelatihan IT. Tapi kami juga berharap pemerintah juga meningkatkan sarana prasana pendidkan, khususnya di wilayah terpencil. Sebab ada daerah yang tidak ada sinyal internet,” tuturnya.(red)



