SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pasangan Calon (Paslon) dari jalur independen yang mendaftar dalam pemilihan kepalada daerah (Pilkada) Tuban, Jawa Timur, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sore tadi, menolak apabila dirinya disebut sebagai calon bayangan.
Paslon dari jalur independen itu adalah Zaki Mahbub, warga Sukolilo, Kecamatan Bancar dan calon wakilnya, Dwi Susanti Budiarti, warga Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban.
“Karena tidak ada lagi yang mau mencalonkan diri, disamping siapapun yang menjadi Bupati menginginkan Tuban menjadi lebih baik lagi,†kata Zaki Mahbub.
Tudingan paslon ini dipersiapkan oleh calon lain ini sempat muncul karena mereka mendaftar di saat terakhir penutupan pendaftaran. Sehingga dipastikan sudah tidak ada lagi paslon dari jalur independen yang mendaftar. Karena apabila tidak ada calon lain yang muncul, dipastikan Pilkada di Tuban urung digelar pada 9 Desember 2015 mendatang.
“Bukan, saya bukan calon bayangan. Saya juga tidak rela apabila dikatakan hanya sebagai penggembira,†tegas Zaki Mahbub kepada sejumlah wartawan di Kantor KPU Tuban, Senin (15/6/2015).
Mahbub mengatakan, dia mempunyai latar belakang pendidik. Yaitu kepala sekolah di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar.
“Saya adalah pendidik dan ingin supaya Tuban lebih baik lagi dari segi hal,†sangkal pria berusia 32 tahun ini.
Pun demikian, Zaki mengklaim dirinya didukung oleh kaum muda. Dengan begitu dia optimis menang dengan meraup suara sampai 65 persen ketika Pilkada mendatang.
Sementara Calon wakilnya, Dwi Susanti Budiarti, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin diketahui sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terkait latar belakangnya, dia juga menolak apabila ada anggapan atau tudingan kalau dirinya diberangkatkan dari salah satu partai ataupun Organisasi Masyarakat (Ormas) tertentu yang sudah bulat menyatakan mendukung kepada calon lain.
“Nggak ada, nggak ada dukungan dari Ormas tertentu. Latar belakang saya adalah pendidik,†tegas Susanti.
Menanggapi tudingan itu, Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Miyadi, enggan berkomentar. Partai yang memastikan diri akan mengusung calon incumbent, Huda-Noor jilid II itu mengaku belum tahu menahu adanya calon yang mendaftar dari jalur independen.
“Saya tidak berkomentar dulu,†kata Miyadi.
“Saya justru menunggu informasi pencalonan ini dari media,†lanjutnya.(edp)