SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pasca dibongkarnya makam almarhum Rantam warga RT 02, RW 02, Dusun Tegaron, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (16/6/2015) kemarin, memunculkan kasak-kusuk di tengah-tengah warga.
Mereka menduga kematian Rantam pada Sabtu (30/5/2015) lalu, karena rebutan warisan. Selain itu ada juga isu yang berhembus kematian pria berusia 63 tahun itu dikarenakan masalah asmara antara putra menantu dan ibu mertua.
“Memang yang ramai dibuat rasan-rasan warga di warung-warung kopi ya soal pembagian warisan nanti, dan juga rumor perselingkuhan antara menantunya HR dengan ibu mertuanya, SN,” kata warga setempat yang meminta agar namanya tak disebut kepada suarabanyuurip.com, Rabu (17/6/2015).
“Tapi benar dan tidaknya saya tidak tahu persis. Ini kan rumor di warung yang saya dengar,” lanjutnya.
Nara sumber tersebut menceritakan, sebelum meninggal tidak ada tanda-tanda sakit yang diderita Rantam. Sebab, setiap harinya beraktifitas terus mencari rumput untuk pakan ketiga ekor sapinya.
“Almarhum Pakde Rantam sepertinya tidak mengalami sakit. Setiap hari ngarit rumput terus. Malah dua kali sehari nyari rumputnya, yaitu pagi dan sore. Jadi, ya kaget lah tiba-tiba kok meninggal,” ujar dia.
Polres Bojonegoro telah menyimpulkan kematian Rantam akibat dibunuh. Dari hasil otopsi jenazah korban yang sudah dikubur selama sekira lima belas hari ditemukan sejumlah luka memar akibat benda tumpul dibagian dada dan kaki.
Namun begitu polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pembunuh dan motif kasus tersebut.
“Proses pengembangan penyelidikan jalan terus. Untuk lain-lain silahkan ke Pak Kapolres saja ya, Mas,” saran Kapolsek Tambakrejo, AKP Purwanto.(sam)