SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Seorang bocah di bawah umur di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan ketika menjalani pemeriksaan oleh salah satu oknum polisi.
Bocah tersebut adalah Vicky Arfindo (13), asal Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Bocah yang baru duduk di bangku SMP ini mengaku dianiaya salah salah satu oknum polisi Polsek Widang, ketika diperiksa dan diminta menunjukkan siapa yang mencuri motor salah satu warga Desa Patihan.
Pencurian motor sendiri terjadi pada Minggu (14/06/2015) dini hari. Petugas Polsek Widang mendapat laporan dari Kurtubi dan Hussein, warga Desa Patihan.
“Saya tidak tahu siapa yang mencuri motor itu,” kata Vicky ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (20/06/2015).
Vicky mengatakan, kalau kejadian penganiayaan itu bermula pada Senin (15/06/2015) lalu. Saat itu dia dijemput polisi di Pasar Babat pada pukul 13:00 WIB, ketika tengah membantu kakak sepupunya berjualan baju.
Sebelum dibawa, Vicky sempat menanyakan alasan penjemputan dan kemana tujuan dia dibawa. Namun bukan jawaban yang dia peroleh, tapi justru polisi itu melayangkan bogeman mentah di pipi kirinya.
“Ketika saya tanya mau dibawa kemana? Saya langsung dipukul kena pipi kiri,” jelas Vicky.
Kemudian dengan cara paksa, bocah ini langsung dibawa ke Polsek Widang. Di Polsek Widang Vicky langsung dimasukkan sel tahanan dan diminta untuk menjawab pertanyaan petugas dengan jujur.
“Saya ditanya siapa yang mengambil sepeda motor yang hilang,” kata Vicky.
Karena tidak terlibat dalam pencurian itu, Vicky dengan polos mengatakan tidak tahu apa-apa tentang hilangnya motor milik salah satu warga sehari sebelum penangkapan dirinya.
Karena menjawab tidak tahu, bocah ini langsung ditelanjangi dan ditodong menggunakan pistol di pelipis kiri. Setelah itu polisi yang mengintrogasinya kembali melayangkan pukulan di bagian kepala sampai dia jatuh terlentang.
Tak berhenti distu. Setelah Vicky jatuh terlentang, oknum polisi tersebut kemudian menginjak dadanya dan kembali memasukkan pistol kedalam mulutnya. Lagi-lagi oknum petugas ini bertanya siapa temannya yang mengambil motor milik warga pada Minggu (14/06/2015) dini hari lalu.
“Karena saya tidak tahu ya saya tetap jawab tidak tahu,” ucap Vicky.
Setelah itu bocah ini dikeluarkan dari sel dan dipertemukan dua warga yang melaporkannya, yaitu Kurtubi dan Hussain. Salah satu dari mereka menawarkan uang kepada Vicky dan meminta supaya bocah ini mengaku dan memberikan informasi siapa yang mengambil motor.
“Saya mau dikasih satu juta kalau mau mengaku, tapi saya bilang kepada orang itu saya tidak tahu apa-apa,” terang Vicky.
Setelah itu bocah ini dijemput Kepala Desa Patihan untuk pulang kerumah. Akibat pengaianiayaan itu, Vicky mengalami memar di bagian wajah dan kepala. Serta mengaku masih kerap pusing meski sudah satu minggu. Penganiayaan ini diduga dilakukan NH, salah satu petugas dari Polsek Widang.
Kasatreskrim Polres Tuban, Akp Suharyono, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau kasus ini bermula ketika ada pencurian motor di Desa Patihan. Saat itu petugas menangkap korban untuk dilakukan kroscek dan klarifikasi atas kasus ini.
“Tapi memang ada kesalahan prosedur,” jelas Suharyono.
Saat ini anggota Polsek Widang yang diketahui melakukan kesalahan prosedur tengah menjalani pemeriksaan dan pengadilan disiplin.
“Dugaan penganiayaan ini juga masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.(edp)