SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyarankan kepada perusahaan yang terlibat di proyek tersebut untuk memanfaatkan musim kemarau untuk menormalisasi saluran air (drainase) yang saat terjadi pendangkalan.
Salah satunya  adalah saluran air yang berada di Kampung Tunnel Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Saat ini kondisi saluran air yang berada dekat dengan jalan terowongan tersebut sudah dangkal.
“Jadi kalau nanti musim hujan datang air bisa mengalir dengan lancar,” saran Mira, warga setempat kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/6/2015).
Menurut dia, dangkalnya saluran air di Kampung Tunnel itu disebabkan adanya lumpur dari dalam maupun luar proyek Banyuurip yang terbawa air pada waktu musim penghujan beberapa waktu lalu. Sebab saluran air ini merupakan salah satu tempat bermuaranya air dari sekitar lokasi proyek menuju ke wilayah Desa Sudu dan Ngraho, Kecamatan Gayam.
“Meski dangkalnya tak seberapa sejak Kali Bangi di normalisasi, tapi perlu juga di keruk untuk mengantisipasi banjir,†ucap Mira.
Senada disampaikan Priono, warga lainnya. Menurutnya, pengerukan saluran air dekat Kampung Tunnel ini perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi banjir.
“Siapapun yang melakukan pengerukan, baik kontraktorEPC-1 maupun 5 tidak jadi masalah, semua untuk kebaikan bersama,†sambungnya. (sam)