SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora -Hari ke lima ramadan, terminal tipe B Blora, Jawa Tengah, terjadi penurunan jumlah penumpang. Hal itu terlihat dari aktifitas di terminal cukup lengang. Selain petugas terminal dan beberapa pedagang klontong, hanya ada sedikit penumpang yang menunggu Bus.
Kepala Terminal Blora, Suyatno, mengatakan, sejak awal bulan puasa, belum ada perubahan signigfikan pada jumlah penumpang di terminal Blora. Bahkan, saat ini para penumpang cenderung menurun.
“Penurunan penumpang mencapai 30 persen,†ujar dia kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/6/2015).
Menurutnya, Sepinya penumpang ini juga mengakibatkan tidak berangkatnya sejumlah armada bus yang biasanya mangkal di terminal. Sebelumnya, kata Suyanto, ada sekira 20 bus yang setiap hari lewat terminal. Namun sepinya penumpang membuat lima armada bus tidak beroperasi.
“Sekitar 5 armada tidak berangkat karena penumpang sepi,†tutur dia.
Suyatno menjelaskan, penurunan penumpang ini disebabkan banyak penumpang yang memilih melakukan perjalanan mudik pada hari mendekati lebaran. Selain itu, mulai aktifnya kereta api jalur ganda juga memberikan pengaruh besar pada penurunan penumpang.
“Sejak beroperasinya kereta api jalur ganda banyak penumpang yang lebih memilih naik kereta api daripada naik bus umum,†kata Suyanto, mengungkapkan.
Dia mengemukakan, perjalanan jarak dekat sekarang ini mati. Karena warga lebih memilih menggunakan sepeda motor. Sehingga bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), sudah jarang teihat.
“Justru yang lebih banyak, bus antar kota antar provinsi (AKAP). Dalam sehari ada 11 pemberangkatan bus AKAP,†pungkasnya.(ams)