SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Dugaan keracunan yang menimpa sejumlah tenaga kerja (Naker) proyek engineering procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, beberapa waktu lalu ditanggapi beragam oleh pekerja. Menurut mereka hal itu bisa disebabkan bukan karena makanan, melainkan faktor lain.
“Saya harap jangan langsung memvonis sakitnya mualnya naker itu akibat dari makanan nasi katering. Mungkin kan bisa dari faktor lain, seperti pembakaran gas flare ini atau mungkin memang perutnya sakit sebelum makan nasi katering,” kata salah satu pengantar nasi katering yang meminta namanya tidak disebut kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/6/2015).
Sumber tadi mengaku, pernah mengetahui sendiri ada naker bagian pengecatan juga mengalami hal yang sama. Namun setelah dicek ternyata penyebabnya karena menghirup bau dari cat yang digunakan.
“Jadi harus dicek kesehatan dulu,” pungkasnya.
Saementara, naker lainnya yang tidak mau disebut namanya, mengatakan, bahwa naker yang keracunan tersebut diduga telah makan jatah katering yang setiap harinya dikirim.
“Mari makan langsung perutnya mual-mual, dan mutah-mutah. Tapi, masalahnya karena dari makan nasi kateringan itu atau tidak saya juga tidak tau,” kata naker tersebut kepada suarabanyuurip.com, senin (22/6/2015).
Melihat kejadian tersebut, lanjut sumber tersebut, naker yang perutnya sakit dengan cepat mendapatkan pertolongan dari tim medis perusahaan.
“Langsung mendapatkan pengobatan, kemudian dibawa keluar keluar lokasi proyek dengan meggunakan ambulan,” ujarnya.(sam)