SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kebutuhan Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami peningkatan 10 persen dari kuota yang ada saat ini. Â Peningkatan ini salah satunya disebabkan oleh semakin banyaknya masyarakat yang beralih dari kayu bakar ke elpiji melon.
“Selain itu, ibu rumah tangga yang dulu masih takut menggunakan elpiji, sekarang sudah tidak takut,” kata Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM, Wagimin, Senin (22/6/2015).
Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan kebutuhan elpiji secara keseluruhan mencapai 10 persen. Padahal data terakhir tercatat pada bulan Mei 2015 kuota LPG Blora berjumlah 4.601.667 tabung.
“Dari pemerintah sudah mengajukan tambaham kuota. Dari pengajuan 14 persen, yang disetujui 10 persen dari yang telah diajukan,” jelas Wagimin.
Dia tidak menampik jika di lapangan terjadi kelangkaan lantaran droping telat. “Itulah yang juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga,” kata Wagimin.
Namun demikian, dirinya hanya bisa mampu memberikan himbauan supaya pedagang tidak menaikkan harga. Â Sedangkan terkait distribusi, Wagimin mengklaim tidak ada masalah.
“Selama ini distribusi lancar. Tidak ada kendala,” katanya. (ams)