SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kenaikan harga Elpiji 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, setiap datangnya bulan ramadan hingga menjelang perayaan Idul Fitri telah menjadi fenomena tahunan. Kondisi ini dipicu tak seimbangnya permintaan dengan pasokan yang ada sehingga mengakibatkan kenaikan harga dan kelangkaan di sejumlah wilayah.
“Saat puasa ramadan seperti ini, warga lebih sering memasak dan bermacam-macam yang dimasak. Apalagi kalau mendekati dan pas lebaran. Penggunaan gas elpiji cepat habis dan boros. Karena banyak yang membutuhkan, harganya jadi naik,†kata Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (23/6/2015).
Menurunya, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg sebenarnya telah dinaikkan. Yakni dari Rp16 ribu di tingkat pangkalan menjadi Rp 17 ribu di tingkat pengecer. Bahkan, harga paling tinggi di tingkat konsumen per tabung hanya Rp 18 ribu.
“Kenaikannya sebesar Rp 1.000 dari harga sebelumnya di masing-masing distributor. Ini telah disepakati semua pihak terkait. Langkah tersebut diambil untuk menghindari penjualan elpiji keluar Kabupaten Blora,†ungkap Kokok-panggilan akrab Bupati Blora.
Kokok berharap kenaikan harga dan kelangkaan elpiji 3 Kg yang terjadi di sejumlah wilayah di Blora dapat segera teratasi.
“Kalau memang dibutuhkan, pemkab akan meminta kuota tambahan lagi yang semula sudah disetujui 10 persen akan kami tambah lagi. Jika dirasa perlu, kita juga akan meminta kepada Pertamina untuk melakukan operasi pasar,†pungkasnya.(ams)