Korban Penganiayaan Masih Trauma

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Bocah di bawah umur yang menjadi korban penganiyaan, Vicky Arfindo (13), asal Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, masih trauma usai kejadian penganiayaan yang menimpa dirinya.

Vicky, selama ini dikenal sebagai bocah cukup periang. Tetapi usai mendapat perlakukan tidak manusiawi, pelajar SMP Negeri 2 Widang ini mendadak menjadi pendiam, dan selalu takut apabila ada orang asing datang ke rumahnya.

“Anak ini tampaknya masih mengalami guncangan akibat kejadian yang menimpanya, utamanya ketika ada pistol yang ditodongkan dan dimasukkan kemulutnya,” jelas salah satu pendamping Vicky, Nunuk Fauziyah, dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Selasa (23/6/2015).

Kejadian tersebut, kata Nunuk, akan berdampak secara psikologis pada masa depan anak ini. Untuk itu diperlukan penanganan kepada korban penganiayaan ini secepatnya, supaya tidak mengganggu mentalnya kelak.

“Secara fisik memang baik, tapi ada efek trauma yang biasanya dirasakan anak-anak korban kekerasan dan itu berpengaruh pada masa depannya,” kata aktivis perempuan dan anak di Tuban ini menjelaskan.

Baca Juga :   Kasus Laka Kedungadem Bojonegoro, PH Redeo : Ada Permintaan Uang Damai Tak Masuk Akal

Sementara ini, perubahan yang paling mencolok adalah perubahan perilaku. Biasanya Vicky ikut membantu sepupunya jualan kain di Pasar Babat usai sekolah, atau membantu orangtuanya membersihkan rumah.

“Tetapi dia masih takut untuk beraktivitas di luar rumah,” terang Nunuk.

Pernyataan senada diungkapkan, Kusno (43), yang tak lain adalah ayah korban. Kusno mengakui saat ini Vicky cenderung pendiam, dan ketakutan apabila bertemu dengan orang asing.

“Kalau ada orang asing mendadak perilakunya berubah,” kata Kusno.

Bahkan untuk sekedar melintas di kawasan Polsek Widang pun, Vicky seperti terlihat ketakutan.

“Nggak berani, Mas. Anak saya meski sekedar melintas atau dengar nama saja,” lanjutnya.

Untuk itu orangtua korban sangat menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya. Dia berharap oknum Polisi yang melakukan penganiayaan diganjar dengan hukuman setimpal.

“Kita berharap dihukum setimpal oknum yang menganiaya anak saya,” jelas Kusno. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *