SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra – Samsung terus melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya diare karyawan beberapa waktu lalu.
“Secara persis penyebabnya apa saya belum bisa memastikan, Mas. Sebab, saat ini masih kita lakukan penyelidikannya dengan penelitihan makanan yang dimakan karyawan tersebut,” kata Humas Tripatra, Budi Karyawan, Â kepada Suarabanyuurip.com melalui ponsel, Rabu (24/6/2015).
Dalam penilitannya, kata Budi, juga melibatkan dinas kesehatan (Dinkes), Polres Bojonegoro, Jawa-Timur. Hal itu, untuk memastikan atas penyebab diare yang dialami karyawan secara jelas.
“Makanan masih dibawa ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jatim untuk dilakukan penelitihan. Dengan waktu selama sekitar satu minggu. Sedangkan, yang dari pihak Polresnya di bawa ke laboratorium Polda jatim,” jelasnya.
Ditambahkan, jumlah total karyawan yang sakit tersebut sebanyak 31 orang dan sudah dilakukan perawatan di rumah sakit. Dari jumlah itu, satu karyawan rawat inap dan 30 orang lagi rawat jalan.
“Rincian, 14 orang dirawat di rumah sakit Tutuko, dan yang 17 orangnya lagi di rawat di rumah sakit Umum Bojonegoro. Sedangkan, untuk karyawan yang rawat jalan sudah kembali bekerja seperti biasanya, Mas,” ungkapnya.
“Berkaitan beredarnya informasi adanya karyawan yang diare meninggal itu tidak benar. Semua masih hidup,” tegas Budi Karyawan. (sam)