Berharap NGO Lanjutkan PPO Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pihak Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui apabila selama ini pemberian program pemberdayaan masyarakat melalui Program Penunjang Operasi (PPO) dari operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat desa ring 1.

Camat Gayam, Hartono, menyatakan, belum meratanya pemberian program yang dilakukan EMCL melalui LSM sebagai mitranya dikarenakan beberapa faktor penyebab. Antara lain, keterbatasan anggaran, dan dana yang ada di masyarakat belum bisa berputar secara penuh.

“Menurut saya, belum meratanya pemberian program bukan karena kesengajaan,” tegas Hartono kepada Suarabanyuurip.com, Senin (29/5/2015).

Dia menambahkan, selain itu, adanya pilot project untuk keberhasilan program pemberdayaan juga menjadi tolak ukur keberlanjutan PPO tersebut.

“Kami berharap, ada kader-kader hasil pendampingan mitra EMCL yang meneruskan program tersebut ke masyarakat lainnya,” tandasnya.

Pria asal Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander ini mengaku, memiliki harapan besar terhadap semua NGO yang digandeng EMCL sebagai mitra, mampu mencetak kader-kader berpestrasi. Sehingga, ketika program yang diberikan EMCL telah habis, masing-masing NGO bisa meneruskan sendiri dengan menggunakan sistem swadaya masyarakat.

Baca Juga :   LPKP Tunggu Teken Kontrak dengan Pertamina EP

“Kan ada, NGO yang mengarahkan masyarakat membuat koperasi. Jadi bagaimana caranya itu dimaksimalkan, sehingga tidak mengandalkan operator seutuhnya,” tekan Hartono.

Pihaknya menyatakan, selama ini semua NGO yang bermitra dengan EMCL memiliki semangat tinggi dalam memajukan masyarakat di Kecamatan Gayam.  “Kami mengapresiasi kinerja mereka, cuma berharap ada peningkatan lagi,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *