SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur, bekerjasama dengan operator migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), serta Bank Jatim akan memberikan bantuan dropping air di musim kemarau ini.
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Ady Witjaksono, mengatakan, kerjasama tersebut untuk dropping air bersih di wilayah barat Bojonegoro. Antara lain, Kecamatan Gayam, Purwosari, Kedewan, Malo, Tambakrejo, Ngraho, dan Kecamatan Ngambon.
“Kami akan dropping sebelum lebaran nanti,” tegasnya.
Pihaknya menyatakan, untuk Kecamatan Gayam ada 2 desa terdampak yang mengalami kekeringan setiap tahunnya. yakni, Desa Mojodelik dan Gayam.
“Selain wilayah barat, kami juga menyiapkan anggaran sebesar Rp100 juta untuk dropping air di wilayah lainnya,” imbuh Ady.
Dia menyebutkan, wilayah terdampak kekeringan di Bojonegoro tersebar di 74 desa di 21 Kecamatan. 44 diantaranya telah memiliki sumur bor yang dibangun oleh DPU, BPBD dan Dinas Pengairan. Sisanya 30 desa belum ada sumur bor maupun tandon air sama sekali.
“Hingga kini belum ada permintaan untuk air bersih, tapi tetap kami dropping bagi desa yang memiliki tandon airnya setiap hari sebelum lebaran tiba,” pungkasnya. (rien)