SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku belum pernah mendapatkan laporan resmi tentang program penunjang operasi (PPO) dari operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang sudah dilaksanakan di wilayahnya.
Camat Gayam, Hartono, mengaku, selama menjabat belum mengetahui program apa saja yang sudah diberikan EMCL kepada masyarakat sekitar pengeboran.
“Kalau mau mensinkronkan program dengan pemkab kan susah kalau seperti itu,” ujar Hartono kepada suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu di kantornya.
Dia menyampaikan, selama ini pihak perusahaan juga kurang mendidik masyarakat terkait pemberian program Corporate Sosial Responbility (CSR) ataupun Program Penunjang Operasi (PPO).
“Susahnya kan itu, mana program CSR, mana PPO,” imbuhnya.
Meskipun begitu, pihaknya telah memberi himbauan kepada perangkat desa di sekitar ring 1 Lapangan Banyuurip untuk mensinergikan program pemerintah dengan operator. Sehingga, tidak ada yang tumpang tindih dan menghindari penyelewengan.
“Misalnya program dari operator perbaikan jalan cuma 500 meter, ya yang 500 meter diambilkan anggaran APBD,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Beged, Abdul Mukhid, mengatakan, PPO yang diberikan EMCL untuk desa Beged baru saluran air bersih saja.
“Kami sudah mengajukan bantuan jamban tapi belum d realisasikan,” sambung Mukhid.
Dari jumlah 460 kepala keluarga (KK), menurut dia, baru setengahnya saja yang sudah ODF (Open Defecation Free). Sehingga diharapkan PPO tahun ini bisa seluruhnya memberikan program jamban agar bebas ODF.
“Padahal desa kami hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi Blok Cepu, tapi manfaat yang diberikan operator masih sangat kurang,” pungkasnya.(rien)