SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), membenarkan rencana penghentian sementara produksi di Lapangan Banyuurip, yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Juli depan.
Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, menjelaskan, penghentian sementara ini merupakan bagian dari tahapan upaya menuju produksi puncak Lapangan Banyuurip.
“Kami melihat ada kinerja yang baik dari sumur – sumur Lapangan Banyuurip,” ucapnya kepada suarabayuurip.com, Senin (29/6/2015).
EMCL tidak menampik jika setelah penghentian sementara akan segera ada tambahan produksi. Bahkan, Rexy menyebut, untuk tahun 2015 ini jumlah produksi minyak dari Banyuurip mencapai 200 ribu barrel per hari (Bph).
“Dan pada produksi puncaknya kami akan memproduksi lebih dari 200 ribu bph pada tahun 2015 ini,”tuturnya.
Sebelumnya, SKK Migas menyatakan jika produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu saat ini berada dikisaran lebih dari 80 ribu bph. Untuk meningkatkan jumlah produksi, secara teknis produksi akan dihentikan sementara.
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Ellan Biantoro, menyatakan, penghentian sementara karena ada skenario perubahan peralatan sementara ke permanen. Dari Early Production Facility (EPF) ke Central Processing Facility (CPF).
Untuk CPF sendiri saat ini sedang dikerjakan oleh konsorsium PT.Tripatra – Samsung. Namun tentang bagaimana kesiapan CPF sendiri, PT.Tripatra-Samsung enggan memberikan keterangan. Community Affairs PT.Tripatra-Samsung, Budi Karyawan saat dikonfirmasi beberapa waktu sebelumnya menyatakan agar menanyakan ke EMCL.
“Tanyakan ke EMCL saja,” saran Budi. (roz)