SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Seorang pemuda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tewas bersimbah darah dibacok mertuanya sendiri, Selasa (30/07/2015) malam.
Korban adalah Dimas Joyo M (26). Selama ini dia menumpang tinggal di rumah Wartono (55), warga Desa Tengger, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang tak lain adalah mertuanya sendiri.
“Sebelum kejadian ini, korban memang beberapa kali mengancam mertuanya sendiri,†kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Rabu (01/07/2015).
Awal mula pembacokan terjadi ketika korban melakukan pengerusakan rumah milik mertuanya. Korban ingin membagi rumah yang selama ini ditempati bersama, padahal tanpa seijin dari mertuanya selaku pemilik rumah.
Ulah korban berlanjut setelah malamnya terlibat perseteruan dengan istrinya. Ujung dari perseteruan ini adalah korban melakukan pemukulan dan penganiayaan kepada istrinya.
Selama ini korban memang dikenal sebagai preman kampung setempat, bahkan pernah terjerat masalah hukum karena melakukan penganiayaan kepada warga lain. Ketika bertengkar dengan istrinya pun, dia juga mengeluarkan ancaman akan membunuh serta mertuanya.
Tidak terima anaknya mendapat perlakuan kasar, Wartono kemudian terlibat perkelahian dengan korban. Karena terdesak, dia kemudian mengambil sebilah pedang dan menyabetkan ke bagian kepala dan leher korban.
“Korban tewas di samping rumah dengan luka di bagian kepala dan leher karena sabetan pedang,†kata Suharyono.
Usai membabat manantunya, Wartono langsung menuju ke rumah kepala desa setempat untuk meminta diantar ke Polsek Kerek menyerahkan diri.
“Pelaku langsung menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,†kata Suharyono.
Akibat perbuatannya, Wartono dijerat Pasal 351 KUHP Jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(edp)