Peredaran Ikan Berformalin Sulit Dibendung

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora- Ikan berformalin masih beredar bebas di pasaran wilayah Kabupaten Blora Jawa, Tengah. Sebagian besar ikan yang mengandung bahan pengawet berbahaya adalah jenis ikan asin.

“Di sini masih banyak ditemukan,” kata Kepala seksi Pengawasan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Blora, Wagimin, Selasa (1/7/2015).

Pihaknya mengaku masih kesulitan melakukan pembinaan kepada pedagang ikan laut. Menurut Wagimin, ikan asin yang beredar di Kabupaten Blora kebanyakan berasal dari wilayah Kabupaten Rembang.

Wagimin mengaku, tidak adanya dasar payung hukum untuk melakukan perampasan ikan-ikan laut yang mengandung formalin. “Kecuali ada operasi gabungan antara pihak terkait beserta kepolisian,” jelasnya.

âNamun, untuk melakukan operasi gabungan tersebut masih menemui kendala dalam pelaksanaannya. “Untuk melakukan itu harus ada anggaran. Sedangkan pemerintah sendiri tidak menganggarkan,” katanya. 

Sementara itu, Salah satu pedagang ikan asin di Pasar Blora, Bu Nyoto, tidak begitu memperdulikan dengan adanya ikan berformalin. “Yang penting saya dagang mas,” katanya saat ditemui di tempatnya berjualan.

Baca Juga :   Petisi Pemuda Banyuurip Dibahas SKK Migas

Dia melanjutkan, sejauh ini penjualan ikan asin miliknya cukup setabil. “Bulan puasa ini juga tidak begitu banyak perubahan, baik pelanggan maupun harga,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *