Ibu Viki Curhat ke Kapolri

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Dugaan penganiayaan di Tuban yang dilakukan oknum Polisi dengan korban anak di bawah umur, dikupas di depan Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti di salah satu acara TV swasta nasional, Rabu (02/0720015) malam.

Sriah, yang tak lain adalah Ibu kandung korban, Viki (13), berkesempatan menceritakan langsung kejadian penganiayaan yang menimpa anaknya. Tragedi yang menimpa anaknya hari Senin (13/06/2015), dibeberkan kepada Badrotin.  

“Anak saya tidak salah kenapa diperlakukan seperti itu?” kata Sriah sambil menangis di depan Kapolri.

Kepada Kapolri dan jutaan pemirsa, Sriah menceritakan bagaimana anaknya dijemput paksa ketika bekerja membantu saudaranya di salah satu Pasar yang ada di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Viki  dituduh melakukan pencurian sepeda motor milik warga yang hilang.

Karena tidak mau mengaku, Viki kemudian dipukul beberapa kali, dan ditodong pistol oleh oknum Polisi tersebut. Kepada Kapolri, Sriah mengatakan, kalau anaknya ditodong pistol di pelipis dan mulut.

Menanggapi hal itu, Kapolri Badrodin mengatakan, kalau pihaknya minta maaf, dan semestinya kasus seperti ini tidak perlu terjadi. Selain itu hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan.

Baca Juga :   Warga Tepian Hutan Panen Enthung

Terkait oknum yang melakukan penganiayaan sudah diproses secara disiplin dan kode etik. Sementara untuk pidana yang belum, dan sedang dalam proses pemeriksaan.

“Sudah diproses secara disiplin, dan kode etik sudah. Tetapi untuk pidana belum karena sedang dalam proses pemeriksaan,” kata Badrodin.

Kasus penganiayaan ini diketahui melibatkan Nur Hadi, mantan Kanit Reskrim Polres Widang. Saat ini Nur Hadi diketahui sudah dinonaktifkan dari jabatannya dan tengah menjalani pemeriksaan. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *