SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah sarana penunjang untuk memperlancar arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah mulai mendapat perbaikan. Salah satunya tambal sulam jalan provinsi di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, yang kondisinya ambles dan berlubang.
Kepala Seksi Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bina Marga Jatim di Bojonegoro, Mukiyi mengatakan, pembangunan jalan provinsi yang dilakukan seperti jalur Bojonegoro – Jatirogo, dan Bojonegoro – Gondang.
“Sekarang pembangunannya sudah 70 persen. H-7 lebaran diharapkan sudah selesai,” ujarnya, Kamis (2/7/2015).
Pembangunan jalan provinsi yang dilakukan itu, lanjut dia, jurusan Pakah – Ponco, Tuban sepanjang 36 kilo meter (KM), Ponco – Jatirogo sepanjang 50 Km, dan Bojonegoro – Pajeng, Kecamatan Gondang sepanjang 40 Km.
“Perbaikan yang lobang dan ambles,” jelas Mukiyi.
Untuk jalan yang sudah selesai diperbaiki ada sekira 15 Km di Kecamatan Jatirogo. Sehingga H-7 tinggal perawatan saja.
Sementara dari pantauan suarabanyuurip.com, sejumlah jalur nasional yang ada di Bojonegoro kondisinya banyak yang bergelombang dan berlubang. Namun sampai sekarang belum mendapat perbaikan sama sekali. Padahal jalur di Bojonegoro merupakan jalur alternatif jalur tengah dan utara.
Sejumlah jalan di Bojonegoro yang perlu diwaspadai adalah di wilayah Kecamatan Margomulyo. Di lokasi ini, meski jalannya telah mulus, namun berada di kawasan hutan dan perbukitan. Terutama di wilayah hutan Watu Jago dengan medan naik-turun curam. Selain itu, banyak tebing di sisi kiri dan kanan jalan raya dan minim penerangan.
Kemudian, di Padangan hingga Kalitidu kondisi jalannya banyak yang rusak. Jalan yang rusak ini panjangnya sekitar 15 kilometer. Kondisi aspalnya banyak berlubang, bergelombang, dan retak-retak.
Jalur ini pada hari-hari biasa sering dilalui kendaraan truk pengangkut minyak mentah dan kendaraan proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu.
“Kalau jalan nasional bukan kewenangan saya,” sergah Mukiyi.
Menurut Abidin (38), warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, saat ini tinggal kondisi jalan Padangan – Kalitidu yang masih rusak dan tidak nyaman dilalui. Padahal, kata dia, jalur ini merupakan jalur utama proyek minyak.
“Banyak titik jalan yang berlubang dan bergelombang,” ujar Abidin yang mengaku sering melewati jalur Bojonegoro itu.(rien)